Dongdaemun Design Plaza, Seoul, Korsel. businesskorea.com
Dongdaemun Design Plaza, Seoul, Korsel. businesskorea.com

Ada ‘Warisan’ Zaha Hadid di Seoul

Properti korea selatan peresmian gedung
16 November 2017 16:27
Seoul: Seoul punya landmark sekaligus daerah tujuan wisata baru, yakni Dongdaemun Design Plaza (DDP). Bangunan berdesain futuristik ini adalah salah satu karya terakhir Zaha Hadid, sebelum berpulang pada 2016.
 
Fisiknya didominasi lengkungan-lengkungan struktur beton gigantis dan solid. Fasadnya terdiri dari 45 ribu keping panel aluminium dengan ukuran dan sudut lengkungan yang berbeda satu sama lain.
 
Zaha Hadid menyebut desain DDP sebagai metonymic landscape, yaitu mengintegrasikan arsitektur dan alam dalam lanskap yang mengalir. Sebuah komposisi desain diakui arsitek wanita kelahiran Baghdad tersebut terinspirasi taman tradisional Korea.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada ‘Warisan’ Zaha Hadid di Seoul
 
Pemerintah kota Seoul menilainya sebagai perpadua harmonis desain arsitektur dengan lanskap yang mampu menunjukkan citra kuat sebuah kawasan sarat sejarah dan dinamis.. Mereka pun tak segan mengucurkan dana demi mewujudkan desain penuh ambisi tersebut dengan sebaik-baiknya, termasuk penggunaan piranti 3D Buiding Information Modelling (BIM) yang baru pertamakalinya diterapkan untuk bangunan publik di Korea Selatan.
 
Berada di area tujuan wisata belanja Dongdaemun, DDP berdiri di atas lahan bekas stadion bisbol dan gelanggang olahraga multifungsi. Gelanggang yang dibangun pada 1925 itu sejak 2003 beralih fungsi menjadi lapangan parkir umum dan pasar loak. Sementara stadion bisbol masih digunakan hingga 2007 sebelum dirobohkan saat proyek DPP dimulai dua tahun kemudian.
 
Ada ‘Warisan’ Zaha Hadid di Seoul
 
Luas lahan DDP totalnya 65 ribu meter persegi. Sekitar 30 ribu meter di antaranya dijadikan taman, dan sisanya untuk bangunan tapak. Gedung DDP terdiri dari empat lantai ke atas dan empat lantai di bawah tanah dengan total luas bangunan 86.574 meter persegi. Di dalamnya ada galeri pameran, ruang konvensi, eminar, museum desain, perpustakaan dan pusat pendidikan.
 
baca juga: Kontroversi Rp 6 Triliun
 
Seperti nasib produk inovatif lain, proyek DDP yang kecanggihan desainnya dapat dinikmati baik saat siang dan malam itu tidak luput dari kontroversi. Terutama karena nilai proyeknya yang setara hampir Rp 6 trilyun menyedot 2,5 persen APBD Seoul. Politisisasi isu anggaran ini berujung pengunduran diri walikota penggagasnya, Oh Se-hoon, pada 2011.
 
Tapi toh project must go on. Walikota baru Seoul, Park Won-soon, tidak punya pilihan selain meneruskan proyek ambisius pendahulunya. Keputusannya tepat, DDP yang diresmikan pada 2014 telah mengantar Seoul naik ke level baru sebuah megapolitan.
 

 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif