Sebagai pengelola kawasan mandiri berskala kota, LPCK secara konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek pengembangan kawasan. Komitmen tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan properti, tetapi juga pada penciptaan nilai sosial jangka panjang serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Deputy COO LPCK, Lukas Budi Setiawan mengatakan langkah ini sejalan dengan kerangka kerja keberlanjutan Lippo untuk Indonesia PASTI, inisiatif strategis Lippo Group yang berlandaskan lima pilar utama, yakni Pendidikan, Lingkungan, Sejahtera, Kesehatan, dan Ekonomi.
"Kerangka tersebut menjadi panduan perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin, 16 Februari 2026.
Strategi keberlanjutan LPCK perkuat ketahanan sosial

Strategi ESG untuk penguatan kawasan perkotaan. Foto: LPCK
Sebagai implementasi pilar sosial, LPCK menyerahkan bantuan berupa rompi Polisi Lalu Lintas kepada Polsek Serang Baru pada November 2025. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu peningkatan pengaturan dan kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis, sekaligus mendukung aparat kepolisian dalam menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat serta pengguna jalan.
Memasuki Januari 2026, LPCK kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Bantuan yang diberikan meliputi beras, mi instan, telur, ikan kaleng, dan air mineral, yang didistribusikan ke tujuh desa terdampak, yakni Desa Sukamulya, Sukadarma, Sukahurip, Sukamanah, Banjarsari, Sukaasih, dan Sukarukun.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat pascabencana, sekaligus menjadi wujud kehadiran perusahaan yang responsif dan empatik dalam menghadapi dinamika sosial di wilayah Kabupaten Bekasi.
Lebih dari sekadar bantuan jangka pendek, LPCK terus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan komunitas lokal, guna menciptakan kawasan yang aman, tertib, inklusif, serta memiliki ketahanan sosial dan lingkungan yang kuat. Pendekatan kolaboratif ini menjadi fondasi penting agar pertumbuhan kawasan berjalan selaras dengan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan sosial tersebut merupakan implementasi konkret dari kerangka kerja Lippo untuk Indonesia PASTI, khususnya pada pilar Sejahtera yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan ketahanan sosial masyarakat.
Melalui berbagai inisiatif ESG ini, LPCK menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat, menghadirkan kawasan perkotaan yang tidak hanya modern dan berdaya saing, tetapi juga berkelanjutan bagi lingkungan serta generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News