Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Prospek Cerah, Properti di Bandung Timur Patut Dilirik

Rizkie Fauzian • 01 Juli 2022 20:27
Jakarta: Perekonomian Jawa Barat mulai pulih yang ditandai dengan kenaikan investasi maupun konsumsi masyarakat. Namun, kenaikan tersebut tak diiringi dengan sektor propertinya.
 
Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan, meskipun harga properti di wilayah Bandung Timur mengalami penurunan, tetapi sejumlah wilayah masih dinilai prospektif.
 
Lokasinya berada di luar kota Bandung, sehingga harganya relatif jauh di bawah daerah Bandung lainnya sepanjang jalur Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan pesatnya pembangunan di Bandung Timur bukan tidak mungkin area ini justru akan berkembang di masa depan," jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Juli 2022.
 
Dia menjelaskan, dari semua area di Bandung Timur, kawasan Gedebage memiliki median harga paling tinggi, tapi itu masih bisa tumbuh karena kenaikan harga masih terjadi dengan ditopang adanya kenaikan permintaan.
 
Sementara itu area Pasteur yang selama ini popular sebagai gerbang keluar masuk kota Bandung, sepertinya mulai mengalami kejenuhan.
 
Baca juga: Mau Mulai Investasi Properti? Simak Tips Berikut Ini

"Investor yang selama ini mengincar area Pasteur bisa menunggu untuk masuk di titik yang lebih optimal. Di sisi lain, warga Bandung yang mencari hunian pertama bisa melirik area Kopo karena berada di luar radar banyak pencari rumah yang lain. Kehadiran tol Soroja dan pembangunan flyover dapat mengurangi kemacetan di area Kopo," jelasnya.
 
Dinamika properti di kota Bandung dan sekitarnya sangat menarik untuk diikuti seiring pesatnya pembangunan infrastruktur transportasi. Tol Purbaleunyi terhubung dengan Tol Soroja dan akan mulai terhubung juga dengan Tol Cisumdawu.
 
Tol Soroja menghubungkan kota Bandung dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung di Soreang sekaligus memudahkan akses ke area wisata dan perkebunan Ciwidey dan sekitarnya.
 
Sementara Tol Cisumdawu menghubungkan kota Bandung dengan kota Sumedang dan nantinya akan memudahkan akses ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka. Selain kedua tol ini, pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan stasiun di Padalarang dan stasiun akhir di Tegalluar juga tentu sedikit banyak akan ada efeknya terhadap industri properti.
 
Sedangkan rencana Jalan Tol Getaci yang akan mulai dibangun di akhir 2022 nanti diperkirakan juga akan bisa mendorong prospek industri properti kawasan sepanjang lintasan Tol Getaci sehingga kemungkinan bisa mengembalikan minat ke properti di area Gedebage.
 
Jalan tol Getaci tersebut akan bisa menjadi opsi akses transportasi mengingat area Priangan Timur dan Jawa Barat bagian Selatan selama ini akses infrastrukturnya tidak sebaik daerah lain di pulau Jawa.
 
Menurut Marine, wilayah Bandung Timur dan Selatan saat ini menjadi area yang prospektif bagi para pencari hunian. Selain itu lokasinya terkoneksi dengan berbagai akses jalan tol.
 
Dengan indeks harga yang trennya belum mengalami kenaikan secara signifikan sementara indeks suplai sedang mengalami penurunan merupakan kesempatan yang bagus bagi pencari hunian yang membutuhkan dan sudah siap untuk melakukan pembelian.
 
Baca juga: Survei BI: Harga Properti Residensial Meningkat di Kuartal II 2021

Apalagi Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 3,5 persen pada Juni 2022. Suku bunga acuan 3,5 persen adalah yang terendah sepanjang sejarah Indonesia dan telah dipertahankan dalam level ini selama 16 bulan terakhir.
 
Sementara suku bunga kredit pemilikan hunian juga sedang mengalami penurunan. Suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi 7,9 persen dalam tiga bulan terakhir dan suku bunga kredit pemilikan apartemen (KPA) terjaga pada 7,9 persen.
 
"Properti residensial di wilayah Bandung Timur dan Selatan bisa menjadi kawasan hunian idaman yang bisa dibeli di tahun ini yang secara umum situasinya adalah buyer's market, karena didukung berbagai stimulus dari pemerintah. Apalagi Pemerintah telah memperpanjang pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) hingga akhir September 2022," kata Marine.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif