Biaya desain ruang kantor di Asia Pasifik naik 10,8 persen. Ilustrasi: Shutterstock
Biaya desain ruang kantor di Asia Pasifik naik 10,8 persen. Ilustrasi: Shutterstock

Biaya Desain Ruang Kantor Naik 10,8%, Tokyo Paling Mahal

Rizkie Fauzian • 23 Desember 2021 10:54
Jakarta: Biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk mendesain dan membangun ruang kerja meningkat 10,8 persen secara tahunan di seluruh wilayah Asia Pasifik. 
 
Menurut laporan JLL bertajuk Asia Pacific Fit-Out Cost Guide 2021/2022, biaya fit-out perkantoran saat ini berkisar USD1.109 atau setara Rp15,8 juta per meter persegi.
 
Kenaikan harga tersebut merupakan implikasi langsung dari pandemi, seperti gangguan rantai pasokan, kurangnya tenaga kerja, ketersediaan bahan, dan kenaikan harga bahan baku.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seiring pemulihan sektor ekonomi, kami melihat lonjakan yang signifikan pada biaya fit-out perkantoran di wilayah ini, terutama di kota-kota yang sangat bergantung pada tenaga kerja asing dan bahan impor," kata Executive Managing Director, Project Development Services JLL Asia Pacific Martin Hinge dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 Desember 2021.
 
Penelitian mengungkapkan bahwa biaya fit-out bervariasi antara satu pasar dengan pasar lainnya. Tokyo mencatat harga yang paling mahal di Asia Pasifik yakni USD1.902 (Rp27 juta) per meter dan Ahmedabad, India dengan harga USD669 per meter. 
 
Dalam 12 bulan ke depan, JLL memperkirakan adanya kenaikan harga fit-out, terutama di beberapa pasar di Tiongkok, India dan Asia Tenggara.
 
"Dengan belum berakhirnya pembatasan penempatan tenaga kerja dan keharusan mencari bahan alternatif yang berpotensi lebih mahal, kenaikan harga mungkin masih akan berlanjut di seluruh wilayah," kata Hinge. 
 
Namun, beberapa tanda pemulihan mulai nampak seiring dengan meningkatnya tingkat vaksinasi dan dimulainya perjalanan antar wilayah. Hal ini bisa saja menutup kekurangan ahli dan tenaga kerja di pasar tertentu.
 
Kendati ada kenaikan biaya, desain perkantoran akan tetap menjadi fokus utama banyak perusahaan pada tahun depan. Menurut laporan, para pebisnis telah mengalokasikan investasi yang lebih banyak tahun depan.
 
Alokasinya pada tiga aspek utama yaitu teknologi & peralatan audio visual, fasilitas elektronik dan mekanis, misalnya sensor dan filtrasi, serta fitur-fitur hijau seperti taman di atap, tanaman di dalam ruang, dan penghematan air.
 
"Membangun sebuah kantor dengan prinsip keberlanjutan menciptakan nilai yang nyata bagi korporasi. Hal ini tidak hanya untuk menurunkan biaya operasional melalui efisiensi energi, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan kondusif untuk memenangi persaingan," jelasnya.
 
Seiring berkembangnya kantor menjadi tempat kolaborasi untuk menciptakan ide-ide baru, perusahaan mulai menerapkan model kerja hybrid dengan menghadirkan pengalaman virtual dan fisik yang mulus bagi karyawan mereka. 
 
"Kita juga bisa memprediksi komitmen baru untuk pengeluaran keberlanjutan, bersamaan dengan evolusi kantor yang terus-menerus, untuk meningkatkan pengalaman karyawan secara keseluruhan," ungkap Hinge.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif