Ilustrasi perumahan. Foto: Kementerian PKP
Ilustrasi perumahan. Foto: Kementerian PKP

Yogyakarta Catat Penyaluran KUR Perumahan Tertinggi di Indonesia

Rizkie Fauzian • 04 Juni 2026 21:46
Ringkasnya gini..
  • DIY menjadi daerah dengan capaian tertinggi program KUR perumahan di Indonesia.
  • Nilai penyaluran KUR perumahan di DIY mencapai Rp332 miliar dengan 966 penerima manfaat.
  • Program peningkatan rumah tidak layak huni di DIY naik dari 105 unit menjadi 2.856 unit pada 2026.
Yogyakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wilayah dengan capaian tertinggi dalam pelaksanaan kredit usaha rakyat (KUR) perumahan di Indonesia. Tingginya penyaluran KUR dinilai menunjukkan kuatnya dukungan pembiayaan sektor perumahan di daerah tersebut.
 
Menteri Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah DIY dalam mendorong pengembangan sektor perumahan.
 
“Terima kasih Sri Sultan yang sangat membantu mengembangkan daerahnya, sehingga KUR perumahan ini pertama kali dibuat oleh Presiden Prabowo. Ini paling tinggi hari ini,” ujar Maruarar dikutip dari Antara, Kamis, 4 Juni 2026.

Nilai KUR perumahan DIY capai Rp332 miliar

Maruarar menjelaskan total nilai KUR perumahan di DIY mencapai Rp332 miliar dengan 966 penerima manfaat.

Nilai tersebut terdiri dari pembiayaan untuk kontraktor sebesar Rp3,7 miliar, developer Rp80,3 miliar, dan toko bangunan Rp61,5 miliar.
  Sementara itu, dari sisi suplai tercatat sebesar Rp145 miliar dan sisi permintaan mencapai Rp187 miliar.

Program rumah layak huni meningkat

Selain KUR perumahan, program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni di DIY juga mengalami peningkatan signifikan.
 
Menurut Maruarar, jika pada tahun sebelumnya program tersebut hanya menyasar 105 unit rumah, maka pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 2.856 unit rumah.
 
Peningkatan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses hunian layak sekaligus memperkuat sektor perumahan nasional.
 
Program KUR perumahan ditujukan untuk mendukung ekosistem sektor properti mulai dari kontraktor, pengembang, hingga toko bangunan.
 
Skema pembiayaan ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan rumah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor konstruksi dan properti.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan