Ilustrasi perumahan. Foto: Kementerian PKP
Ilustrasi perumahan. Foto: Kementerian PKP

KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Siapkan Lahan

Rizkie Fauzian • 30 April 2026 12:22
Ringkasnya gini..
  • Realisasi KUR sektor perumahan mencapai Rp14 triliun hingga akhir April 2026. Pemerintah menilai capaian ini signifikan dalam mendorong pembiayaan hunian dan mempercepat pembangunan perumahan nasional.
  • Pemerintah mencatat penyaluran KUR perumahan telah menyentuh Rp14 triliun. Selain itu, pemetaan lahan dan pengembangan 11 kota satelit disiapkan untuk mendukung ketersediaan hunian berkelanjutan.
  • Program KUR perumahan menunjukkan progres positif dengan realisasi Rp14 triliun. Pemerintah kini fokus pada survei lahan prioritas dan perencanaan kota satelit guna mengatasi backlog perumahan.
Jakarta: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melaporkan realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sektor perumahan atau kredit program perumahan (KPP) telah mencapai Rp14 triliun hingga 29 April 2026.
 
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menyebut capaian tersebut tergolong sangat tinggi. Ia mengatakan angka tersebut disampaikan langsung oleh Maruarar kepada Ketua Satgas Perumahan.
 
“Capaian ini luar biasa, sudah Rp14 triliun untuk saat ini,” ujar Sri dikutip dari Antara, Kamis, 30 April 2026.

Menurut Sri, program KUR perumahan merupakan bagian dari arahan Hashim dalam mendorong percepatan pembangunan sektor hunian.
 
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas pemetaan lahan yang berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan. Pembahasan dilakukan bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid.
 
Nusron disebut telah menyampaikan daftar lahan yang dapat digunakan. Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian PKP akan membentuk tim survei untuk menentukan lokasi prioritas yang layak dikembangkan sebagai kawasan perumahan.
 
Selain itu, rapat juga menyoroti rencana pengembangan 11 kota satelit yang lahannya telah dipetakan. Dalam proses perencanaan ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto turut dilibatkan untuk melakukan kajian awal desain tata ruang.
 
Kajian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari backlog perumahan, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga integrasi transportasi di kawasan kota satelit.
 
Ke depan, tim survei akan menentukan lahan prioritas sekaligus memilih skema terbaik guna merealisasikan program perumahan nasional secara lebih terarah dan berkelanjutan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan