Asosiasi pengembang minta insentif sektor properti diperpanjang. Foto: Shutterstock
Asosiasi pengembang minta insentif sektor properti diperpanjang. Foto: Shutterstock

Pemerintah Diminta Tambah Insentif untuk Dukung Sektor Properti

Eko Nordiansyah • 16 November 2021 19:25
Jakarta: Sektor properti berpeluang untuk mempercepat pemulihan ekonomi di tengah tantangan pandemi covid-19. Pasalnya, pertumbuhan properti memacu sektor turunannya, sehingga dapat mendongkrak perekonomian Indonesia.
 
Sekjen DPP Real Estat Indonesia (REI) Amran Nukman mengusulkan agar insentif Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk perumahan dapat diperpanjang hingga tahun depan. Bahkan, potensi penambahan penyerapan PPN DPT mencapai Rp2,12 triliun ditambah multiplier effect ke berbagai industri sehingga mendorong pemulihan ekonomi.
 
"Kita sedang berupaya melakukan lobi-lobi. Mudah-mudahan bisa diperpanjang sampai desember tahun depan, bukan berakhir satu bulan lagi," kata dia dalam webinar 'Geliat Sektor Properti di Masa Pandemi, Mampukah jadi Motor Pemulihan Ekonomi?', Selasa, 16 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain perpanjangan insentif PPN bagi sektor perumahan, ia menambahkan, REI juga mengusulkan agar program pengakuan PPN DPT diperhitungkan pada tanggal transaksi pembelian. Lalu, insentif ini juga diusulkan agar berlaku bagi rumah inden dan bukan hanya rumah yang ready stock saja, sehingga penerimannya bisa lebih luas lagi.
 
Asal tahu saja, fasilitas PPN DPT hingga akhir tahun ini diberikan untuk penyerahan rumah tapak baru dan unit hunian rumah susun baru. Insentif diskon berupa fasilitas PPN DTP diberikan 100 persen untuk rumah atau unit dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar dan 50 persen untuk rumah atau unit dengan harga jual di atas Rp2 miliar sampai Rp5 miliar.

Penyaluran kredit sektor properti

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus berupaya untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit di sektor properti. BTN menargetkan akan ada 200 ribu unit KPR yang akan disalurkan oleh perseroan pada tahun depan.
 
"Untuk jumlah yang didanai nanti akan ada lebih dari 200 ribu unit baik subsidi maupun non subsidi. Kurang lebih 195 ribu unit KPR akan didanai di 2022. Pendanaan ini akan melalui berbagai skema seperti KPR Subsidi, FLPP, BP Tapera, dan BP2BT," ujar Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar.
 
BTN memperkirakan akan ada 51 ribu unit KPR Subsidi akan didanai pada tahun depan. Penyaluran ini juga akan melalui berbagai jalur, seperti kerja sama BP TWD AD, D2C (Direct to Consumer), kerja sama dengan agen properti dan developer, serta BP Jamsostek.
 
Untuk mendukung penyaluran kredit di sektor properti, ia berharap, Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk 2022 yang telah ditetapkan oleh pemerintah dapat segera terealisasi. Penyertaan modal ini tentu akan memperkuat perseroan dalam berkontribusi mendorong perekonomian Indonesia. Menurutnya, saat ini perseroan bisa menyalurkan 250 sampai 300 ribu KPR dalam setahun. 
 
"Jumlah tersebut tentunya bisa meningkat dengan penambahan modal dari pemerintah. Penambahan modal tersebut tentunya menjadi tambahan kekuatan bagi BTN, untuk meningkatkan penyaluran KPR subsidi maupun Non-Subsidi, Syariah maupun Konvensional," tambah Hirwandi.
 
Hirwandi mengatakan, sektor properti memiliki multiplier effect yang cukup besar bagi industri lainnya. Ia menyebut ada 175 subsektor industri yang bisa digerakkan dari aktivitas di sektor properti. Untuk itu, penambahan modal pada BTN akan berdampak pada peningkatan pembiayaan di sektor properti yang nantinya akan mendorong pemulihan ekonomi.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif