NEWS
Gapensi Berharap Kontraktor Swasta Dilibatkan Garap Proyek Besar
Anggi Tondi Martaon
Senin 18 Maret 2019 / 14:12
Jakarta: Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta memiliki kesempatan yang sama mengerjakan proyek yang direncanakan oleh pemerintah, namun kontraktor BUMN dinilai terlalu mendominasi dalam proyek-proyek tersebut.
"Kementerian PUPR tidak mungkin menganakemaskan BUMN. Ini kompetisi, semua berhak mengikutinya," kata Sekjen Gapensi Andi Rukman Nurdin Karumpa, ditemui di sela acara Construction Fun Day 2019, di Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 17 Maret.
Menurut Andi, pengerjaan proyek tersebut merupakan bentuk kompetisi sehingga semuanya berlomba untuk menjadi pihak yang bertanggung jawab menyelesaikan proyek yang direncanakan. Kontraktor plat merah saat ini mengerjakan proyek dengan nilai hingga triliunan rupiah.
"Ada beberapa mega proyek segmentasi untuk BUMN. Kan, segmentasinya tidak mungkin untuk swasta murni," ungkap dia.
Meski begitu, dia berharap pihak swasta dilibatkan dalam mega proyek tersebut. Sehingga, kontraktor swasta dapat ikut berperan dalam pembangunan yang dilakukan.
"Itu Pak Menteri (Basuki Hadimuljono) juga minta kalau bisa 30 persen. Kalau Rp1 triliun nilai proyek itu, berarti pengusaha lokal sudah dapat Rp300 miliar," ujar dia.
(KIE)
"Kementerian PUPR tidak mungkin menganakemaskan BUMN. Ini kompetisi, semua berhak mengikutinya," kata Sekjen Gapensi Andi Rukman Nurdin Karumpa, ditemui di sela acara Construction Fun Day 2019, di Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 17 Maret.
Menurut Andi, pengerjaan proyek tersebut merupakan bentuk kompetisi sehingga semuanya berlomba untuk menjadi pihak yang bertanggung jawab menyelesaikan proyek yang direncanakan. Kontraktor plat merah saat ini mengerjakan proyek dengan nilai hingga triliunan rupiah.
"Ada beberapa mega proyek segmentasi untuk BUMN. Kan, segmentasinya tidak mungkin untuk swasta murni," ungkap dia.
Meski begitu, dia berharap pihak swasta dilibatkan dalam mega proyek tersebut. Sehingga, kontraktor swasta dapat ikut berperan dalam pembangunan yang dilakukan.
"Itu Pak Menteri (Basuki Hadimuljono) juga minta kalau bisa 30 persen. Kalau Rp1 triliun nilai proyek itu, berarti pengusaha lokal sudah dapat Rp300 miliar," ujar dia.
(KIE)