Jakarta: Digitalisasi rantai pasok dinilai semakin penting untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi sektor konstruksi Indonesia. Perubahan ini turut mendorong pelaku industri mengadopsi platform digital untuk mempercepat proses distribusi, pemesanan, hingga pengelolaan stok material konstruksi.
Salah satu langkah tersebut dilakukan Dow Inc. melalui peluncuran Dow Master Connect (DMC) di Indonesia pada 1 September 2026. Platform digital ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai proses dalam rantai nilai bisnis, khususnya pemasaran, distribusi, dan pembelian material konstruksi serta sealant.
| Baca juga: 10 Raksasa Konstruksi Global 2026, Pendapatan Tembus Rp3.000 Triliun |
Kehadiran platform tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem rantai pasok yang lebih terintegrasi. Dalam sektor konstruksi, efisiensi distribusi menjadi semakin penting mengingat proses pengadaan material melibatkan banyak pelaku, mulai dari produsen, distributor, hingga pelanggan bisnis.
Melalui DMC, pelaku usaha dapat mengakses portofolio produk secara digital, melakukan pemesanan, memantau status pengiriman secara real-time, serta melihat ketersediaan stok. Platform tersebut juga menyediakan akses terhadap berbagai sumber daya pemasaran dan teknis.
Selain meningkatkan efisiensi operasional, digitalisasi rantai pasok juga dapat memberikan visibilitas yang lebih baik bagi pelaku usaha dalam mengelola persediaan dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Direktur Pemasaran Strategis Global untuk Bangunan & Infrastruktur Dow Jean Paul Hautekeer mengatakan pengembangan platform tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem rantai pasok material konstruksi di Indonesia.
“Dengan pendekatan yang disesuaikan untuk kebutuhan lokal, DMC menciptakan ekosistem digital yang mendorong efisiensi, transparansi, dan pertumbuhan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Indonesia menjadi salah satu pasar konstruksi yang dinamis di kawasan Asia Tenggara. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap distribusi material yang efisien dan sistem pengadaan yang transparan menjadi semakin relevan, terutama di tengah tuntutan industri untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Digitalisasi juga memungkinkan hubungan antara produsen dan pelaku usaha dibangun secara lebih langsung. Informasi mengenai produk, stok, pemesanan, hingga transaksi dapat dikelola dalam satu sistem sehingga berpotensi mengurangi proses manual dan meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan bisnis.
Dow menyatakan platform tersebut dapat diakses melalui web, perangkat seluler, maupun aplikasi khusus. Platform ini juga menyediakan mekanisme untuk membantu memastikan keaslian produk yang dipasarkan melalui ekosistem tersebut.
Bagi industri konstruksi, perkembangan ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berlangsung pada proses pembangunan dan desain, tetapi juga mulai merambah sisi hulu, termasuk pengadaan dan distribusi material.
Dengan semakin terintegrasinya rantai pasok, digitalisasi berpotensi menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan efisiensi industri konstruksi sekaligus memperkuat konektivitas antara produsen, distributor, dan pelanggan bisnis di Indonesia.