Perusahaan konstruksi terbesar dunia 2026 versi ABC. Foto: Freepik
Perusahaan konstruksi terbesar dunia 2026 versi ABC. Foto: Freepik

10 Raksasa Konstruksi Global 2026, Pendapatan Tembus Rp3.000 Triliun

Rizkie Fauzian • 21 Februari 2026 13:53
Ringkasnya gini..
  • ABC merilis Top Performers 2026. Ini 10 perusahaan konstruksi terbesar dunia dengan pendapatan ratusan miliar dolar.
  • CSCEC hingga Bechtel masuk daftar raksasa konstruksi global 2026. Simak proyek-proyek monumental mereka.
  • Industri konstruksi dunia diramaikan pemain raksasa dari China, Eropa, hingga AS. Berikut daftar lengkapnya versi ABC.
Jakarta: Industri konstruksi global kembali merilis daftar pemain terbaik melalui pengumuman resmi dari Associated Builders and Contractors (ABC). Organisasi tersebut meluncurkan Top Performers 2026, ajang penghargaan tahunan untuk mengakui pencapaian para kontraktor anggota mereka.
 
Presiden dan CEO ABC, Michael Bellaman, menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan dalam daftar ini merupakan tulang punggung pembangunan infrastruktur dunia yang tangguh dan inovatif. Keberhasilan mereka disebut bukan kebetulan, melainkan hasil strategi matang di tengah tantangan ekonomi global.
 
Berikut 10 perusahaan konstruksi terbesar dunia berdasarkan pendapatan dan jumlah tenaga kerja.

10 perusahaan konstruksi terbesar dunia

10 Raksasa Konstruksi Global 2026, Pendapatan Tembus Rp3.000 Triliun
Perusahaan konstruksi terbesar dunia 2026 versi ABC. Foto: Freepik

1. China State Construction Engineering Corporation (CSCEC)

CSCEC mempekerjakan lebih dari 300.000 orang dengan pendapatan sekitar USD203 miliar atau lebih dari Rp3.000 triliun. Perusahaan ini mendominasi pasar Asia dan internasional dengan portofolio luas, dari hunian hingga proyek komersial skala besar.

Proyek ikoniknya antara lain Stadion Nasional Beijing dan Bandara Internasional Beijing Daxing.

2. China Railway Group Limited (CREC)

Dengan lebih dari 280.000 karyawan dan pendapatan sekitar USD123 miliar, CREC dikenal luas lewat proyek perkeretaapian. Beberapa proyek fenomenalnya termasuk Shanghai Maglev dan jalur Kereta Cepat Beijing–Guangzhou.

3. Vinci SA

Berbasis di Prancis, Vinci memiliki lebih dari 200.000 karyawan dengan pendapatan sekitar USD 59 miliar.
 
Selain konstruksi, perusahaan ini juga unggul dalam konsesi layanan publik. Proyeknya mencakup Stade de France dan Terminal 5 Bandara Heathrow London.

4. China Communications Construction Company (CCCC)

Dengan lebih dari 140.000 karyawan dan pendapatan USD78 miliar, CCCC unggul dalam proyek teknik sipil maritim. Mereka membangun Jembatan Hong Kong–Zhuhai–Macau, jembatan laut terpanjang di dunia.

5. Actividades de Construcción y Servicios (ACS)

Perusahaan konstruksi terbesar di Eropa ini memiliki lebih dari 180.000 karyawan dan pendapatan USD 40 miliar. Proyek besar mereka termasuk perluasan Terusan Panama dan Mecca Royal Clock Tower.

6. Power Construction Corporation of China (Power China)

Berfokus pada energi dan infrastruktur, Power China membukukan pendapatan sekitar USD42 miliar dengan lebih dari 120.000 karyawan.
 
Perusahaan ini terlibat dalam pembangunan Bendungan Tiga Ngarai dan Grand Ethiopian Renaissance Dam.

7. Strabag SE

Strabag memiliki sekitar 74.000 karyawan dan pendapatan USD18 miliar. Portofolionya mencakup Brenner Base Tunnel dan berbagai proyek terowongan modern di Eropa.

8. Bouygues Construction

Bouygues membukukan pendapatan sekitar USD38 miliar dengan lebih dari 58.000 karyawan. Mereka dikenal lewat proyek Terowongan Channel dan Gedung Filharmonik Paris.

9. Bechtel Corporation

Dengan pendapatan sekitar USD21 miliar dan 55.000 karyawan, Bechtel terlibat dalam proyek energi, transportasi, dan pertahanan.
 
Proyek legendarisnya termasuk Bendungan Hoover dan Bandara Internasional Doha Baru.

10. Fluor Corporation

Berbasis di AS, Fluor merupakan pemain utama di sektor EPC (Engineering, Procurement, Construction).
 
Pendapatannya sekitar USD15 miliar dengan lebih dari 53.000 karyawan. Proyeknya meliputi LNG Kanada dan Jembatan Tappan Zee. (Syarifah Komalasari)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA