Penyaluran KPR FLPP capai  28.112 unit rumah. Foto: Kementerian PUPR
Penyaluran KPR FLPP capai 28.112 unit rumah. Foto: Kementerian PUPR

Penyaluran FLPP Capai Rp2,82 Triliun untuk 28.112 Rumah

Properti Virus Korona perumahan sejuta rumah kpr Penyediaan Rumah
Media Indonesia • 01 April 2020 11:33
Jakarta: Pemerintah telah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp2,82 triliun untuk 28.112 unit rumah per 31 Maret 2020.
 
Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR mencatat total penyaluran FLPP sejak 2010 hingga per 31 Maret 2020 telah mencapai Rp47,188 triliun untuk 683.714 unit rumah.
 
Menurut Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto, meski menerapkan
work from home namun tidak menganggu pelaksanaan program penyaluram dana bantuan pembiayaan perumahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Forum virtual yang difasilitasi oleh PPDPP ini merupakan bukti kebijakan maupun pelaksanaan bantuan pembiayaan perumahan tetap berjalan," ujarnya dalam konferensi video di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Dalam Kuartal pertama 2020, pemerintah juga telah mencatat lima bank pelaksana yang telah melakukan penyaluran tertinggi sejak awal 2020.
 
Kelimanya ialah Bank BTN (18.867 unit rumah), Bank BNI (2.330 unit rumah), BTN Syariah (1.889 unit rumah), BPD BJB (970 unit rumah) dan Bank Arthagraha (907 unit rumah).
 
Sementara itu, komposisi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) penerima FLPP berdasarkan jenis pekerjaan pada tahun ini per 31 Maret antara lain Swasta 72,91 persen, Pegawai Negeri Sipil 7,22 persen, Wiraswasta 8,22 persen, TNI/Polri 2,48 persen, dan lainnya 9,17 persen.
 
Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin menambahkan, selama penerapan WFH berlangsung, PPDPP secara rata-rata tiap harinya mampu menyelesaikan penyaluran FLPP hingga 500 debitur
 
"Kami sempat mencapai angka tertinggi hingga 1.000 debitur, dan itu sampai dua kali” ujar Arief menambahkan.
 
Pemerintah terus berupaya untuk terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di tengah kondisi dan situasi yang memaksanya untuk saling menjaga kontak fisik.
 
Penerapan layanan pertemuan dengan menggunakan teknologi jarak jauh ini diapreasiasi oleh berbagai asoasi pengembang perumahan.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif