Kementerian PUPR-SMF jajaki skema perumahan murah. Foto: Kementerian PUPR
Kementerian PUPR-SMF jajaki skema perumahan murah. Foto: Kementerian PUPR

Kementerian PUPR dan SMF Jajaki Skema Bantuan Rumah Murah

Properti Perumahan Program Sejuta Rumah sarana multigriya finansial Kementerian PUPR Perumahan bersubsidi Rumah murah
Rizkie Fauzian • 27 Desember 2021 16:59
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penjajakan terkait skema bantuan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia. 
 
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan, adanya skema tersebut diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan bantuan perumahan sekaligus mendorong capaian Program Sejuta Rumah di Indonesia.
 
"Sinergitas program perumahan antara Kementerian PUPR dengan seperti SMF serta mitra kerja bidang perumahan lainnya harus ditingkatkan. Masyarakat memerlukan program nyata untuk memenuhi kebutuhan rumah yang layak huni sehingga dukungan dari berbagai pihak terhadap program perumahan khususnya Program Sejuta Rumah sangat diperlukan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Iwan, pada masa pandemi covid-19 ini, rumah menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang mau tidak mau harus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Selain itu, kekurangan kebutuhan rumah atau backlog perumahan semakin meningkat dari tahun ke tahun sehingga Program Sejuta Rumah harus dilaksanakan dengan baik di lapangan.
 
"Program perumahan diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memiliki rumah yang layak dan SMF juga memiliki tugas yang sama yakni mendukung sektor perumahan. Kami akan menyusun skema yang tepat agar pendanaan dari SMF bisa membantu capaian Program Sejuta Rumah," jelasnya.
 
Iwan menambahkan, penyaluran bantuan di bidang perumahan merupakan salah satu tugas mulia yang harus dilaksanakan oleh berbagai pihak. Program pembangunan infrastruktur dan perumahan selain dapat meningkatkan kesejahteraan juga diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kemiskinan ekstrem di kalangan masyarakat yang terdampak pandemi.
 
"SMF bisa juga membantu dalam pelaksanaan kolaborasi penanganan kemiskinan ekstrem bersama dengan kegiatan penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Selain itu juga bisa membantu penanganan bencana alam seperti penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana,” ungkapnya. 
 
Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan, pihaknya siap menjalin sinergi dan membuka peluang kerjasama antara PT SMF dan Direktorat Jenderal Perumahan guna peningkatan akses masyarakat terhadap perumahan dan permukiman yang layak, aman dan terjangkau bagi MBR. 
 
"Kami siap mensinergikan program CSR SMF untuk penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) ataupun pembangunan rumah baru bagi masyarakat misalnya untuk rumah korban bencana. Selain itu sinergi program pemberdayaan ekonomi MBR yang mendapat bantuan perumahan dari Ditjen Perumahan seperti modal kerja bagi penerima bantuan homestay BSPS, korban bencana," ujarnya. 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif