Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menjelaskan meski demikian, kondisi pasar secara umum masih bersifat fluktuatif dan belum sepenuhnya stabil. Situasi ini membuat sejumlah proyek yang sempat terhenti pembangunannya belum berani kembali merilis produk hingga akhir 2025.
"Namun, di penghujung 2025 muncul sinyal positif dengan adanya dua proyek baru yang mulai melakukan serah terima unit. Perkembangan tersebut memunculkan harapan akan membaiknya kinerja pasar kondominium Jakarta ke depan," dalam laporan dikutip Senin, 26 Januari 2026.
Secara umum, pasar kondominium Jakarta masih memperlihatkan dua sisi yang berbeda. Minat pembeli kelas menengah-bawah masih kerap membandingkan kondominium dengan rumah tapak.
Di sisi lain, segmen premium tetap menunjukkan permintaan yang stabil, dengan pertumbuhan sekitar 1–2 persen dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan pembaruan Knight Frank Indonesia pada paruh kedua 2025, sektor strata kondominium mencatat beberapa indikator utama sebagai berikut:
- Pasokan kondominium bertambah menjadi 248.485 unit, seiring selesainya dua proyek baru di area non-CBD.
- Tingkat penjualan kumulatif berada pada angka 96,2 persen.
- Penjualan tertinggi tercatat di segmen middle dan upper-middle, masing-masing sebesar 30 persen dan 38 persen dari total penjualan.
- Rata-rata harga unit baru menguat sekitar 2 persen secara tahunan (year on year/yoy).
- Rata-rata penjualan stok baru berada di kisaran 59,6 persen, dengan sekitar 3.982 unit baru yang tengah dipasarkan.
“Pengembang perlu menjaga keseimbangan antara keterjangkauan dan kualitas produk agar pertumbuhan transaksi bergerak lebih sehat dan berkelanjutan. Saya percaya pasar kondominium akan membaik sejalan dengan perbaikan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Willson.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News