BTN siap menyerap tambahan kuota FLPP. Foto: Shutterstock
BTN siap menyerap tambahan kuota FLPP. Foto: Shutterstock

Permintaan Tinggi, BTN Siap Serap Tambahan Kuota FLPP

Properti investasi properti perumahan BTN bisnis properti Properti milenial Investasi Rumah
Rizkie Fauzian • 18 November 2020 21:48
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (BTN) siap menyerap tambahan kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
 
Direktur BTN Nixon LP Napitupulu berharap adanya tambahan kuota KPR subsidi baik melalui skema FLPP, Subsidi Selisih Bunga (SSB), maupun skema KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).
 
"Karena kita sangat meyakini permintaan KPR subsidi 2021 akan lebih tinggi dari 2020," jelas Nixon ketika dihubungi, Rabu, 18 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nixon, sudah sewajarnya kuota FLPP ditambah karena pertumbuhan di sektor perumahan akan mendorong naiknya pertumbuhan industri pendukung dan penyerapan tenaga kerja kembali.
 
"BTN siap menyerap tambahan kuota FLPP," katanya.
 
Adapun tingginya minat masyarakat untuk memiliki rumah FLPP membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) berencana menambah kuota penyaluran dana FLPP.
 
Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan sebelumnya pemerintah menargetkan kuota penyaluran dana FLPP sepanjang tahun ini sebesar 102.500 unit hunian.
 
Tercatat hingga Rabu, 18 November 2020, dana FLPP telah disalurkan sebanyak 102.665 unit senilai Rp10,52 triliun atau sebanyak 100,16 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
 
Sedangkan jika dilihat dari nilai rupiah yang ditugaskan kepada PPDPP untuk menyalurkannya, maka masih terserap sebesar 95,66 persen.
 
"Masih ada dana FLPP sebesar 4,34 persen dari Rp11 triliun yang diamanatkan pemerintah kepada PPDPP. Sehingga kami optimistis di sisa tahun anggaran 2020 ini akan menyalurkan hingga 110 ribu-an unit atau secara tepatnya menurut perhitungan mencapai 107.600 unit rumah," jelasnya.
 
Hingga kuartal III-2020, BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp254,91 triliun. Dari angka tersebut, KPR masih mendominasi yakni senilai Rp196,51 triliun atau naik 1,39 persen year on year (yoy) dari Rp193,8 triliun pada kuartal III-2019.
 
Dari total penyaluran KPR, porsi KPR subsidi mencapai Rp116,32 triliun atau lebih tinggi dibandingkan KPR nonsubsidi yang sebesar Rp80,18 triliun.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif