NEWS
Penjualan Rumah Dongkrak Kinerja LPKR, Kantongi Marketing Sales Rp3,7 Triliun
Rizkie Fauzian
Senin 03 Agustus 2026 / 12:23
- PT Lippo Karawaci Tbk mencatat pra penjualan sebesar Rp3,70 triliun pada Semester I 2026 atau setara 62% dari target tahunan.
- Lippo Karawaci membukukan pendapatan Rp3,61 triliun, EBITDA Rp754 miliar, dan laba bersih Rp385 miliar hingga Juni 2026.
- Selain bisnis properti, segmen lifestyle juga mencatat pertumbuhan dengan kenaikan EBITDA 11% dan peningkatan jumlah kunjungan pusat perbelanjaan.
Jakarta: PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membukukan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026. Perseroan mencatat pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp3,70 triliun atau setara 62 persen dari target sepanjang tahun.
CEO LPKR John Riady mengatakan pencapaian pra penjualan hingga pertengahan tahun mencerminkan berlanjutnya momentum positif di bisnis real estate perusahaan.
"Kami senang melihat momentum positif yang terus berlanjut pada bisnis real estate kami, dengan pra penjualan mencapai Rp3,70 triliun atau setara 62 persen dari target sepanjang tahun. Permintaan tetap didominasi oleh hunian tapak, khususnya pada segmen rumah terjangkau dan menengah yang menjadi fokus utama strategi kami," ujarnya.
Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2026, LPKR juga membukukan pendapatan sebesar Rp3,61 triliun. EBITDA meningkat 20 persen secara tahunan menjadi Rp754 miliar dari Rp627 miliar pada Semester I 2025, sementara laba bersih mencapai Rp385 miliar. Posisi kas perusahaan hingga akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp1,41 triliun.
Segmen real estate masih menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan. Permintaan terhadap hunian tapak di segmen rumah terjangkau dan menengah terus menopang kinerja penjualan.
Di dalam Lippo Karawaci (Holdco), penjualan rumah tinggal memberikan kontribusi terbesar senilai Rp2,22 triliun. Sementara itu, penjualan unit komersial mencapai Rp464 miliar, penjualan kavling tanah Rp30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman San Diego Hills sebesar Rp65 miliar.
Perseroan juga meluncurkan sejumlah produk baru di Park Serpong Phase 7 dan 8, antara lain Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops. Produk-produk tersebut menyasar segmen rumah terjangkau dan menengah yang dinilai masih memiliki permintaan tinggi.
Sebanyak 72 persen transaksi penjualan rumah pada Semester I 2026 menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Angka tersebut menunjukkan kuatnya permintaan dari kalangan pengguna akhir sekaligus mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang lebih terjangkau.
Di luar bisnis properti, segmen lifestyle juga mencatatkan pertumbuhan. Pendapatan segmen ini mencapai Rp605 miliar dengan laba bruto Rp490 miliar. EBITDA naik 11 persen menjadi Rp236 miliar, sedangkan laba bersih meningkat menjadi Rp131 miliar dari Rp111 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, rata-rata tarif kamar hotel berada di kisaran Rp635 ribu dengan tingkat okupansi sebesar 54 persen. Sementara itu, pusat perbelanjaan yang dikelola perseroan mencatat rata-rata 11,2 juta kunjungan per bulan atau meningkat 1 persen dibandingkan tahun lalu.
Menurut John, perseroan akan terus memprioritaskan eksekusi seluruh proyek township dengan tetap menerapkan pengelolaan modal dan operasional yang disiplin serta prudent.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
CEO LPKR John Riady mengatakan pencapaian pra penjualan hingga pertengahan tahun mencerminkan berlanjutnya momentum positif di bisnis real estate perusahaan.
"Kami senang melihat momentum positif yang terus berlanjut pada bisnis real estate kami, dengan pra penjualan mencapai Rp3,70 triliun atau setara 62 persen dari target sepanjang tahun. Permintaan tetap didominasi oleh hunian tapak, khususnya pada segmen rumah terjangkau dan menengah yang menjadi fokus utama strategi kami," ujarnya.
Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2026, LPKR juga membukukan pendapatan sebesar Rp3,61 triliun. EBITDA meningkat 20 persen secara tahunan menjadi Rp754 miliar dari Rp627 miliar pada Semester I 2025, sementara laba bersih mencapai Rp385 miliar. Posisi kas perusahaan hingga akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp1,41 triliun.
Segmen real estate masih menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan. Permintaan terhadap hunian tapak di segmen rumah terjangkau dan menengah terus menopang kinerja penjualan.
Rumah tapak menyumbang terbesar
Hunian tapak menyumbang sekitar 79 persen dari total pra penjualan, menunjukkan tingginya minat dari pembeli rumah pertama maupun pengguna akhir (end-user). Kinerja tersebut turut didorong oleh peluncuran Park Serpong Phase 7 dan Phase 8 pada Semester I 2026 yang mendapat respons positif dari pasar.Di dalam Lippo Karawaci (Holdco), penjualan rumah tinggal memberikan kontribusi terbesar senilai Rp2,22 triliun. Sementara itu, penjualan unit komersial mencapai Rp464 miliar, penjualan kavling tanah Rp30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman San Diego Hills sebesar Rp65 miliar.
Perseroan juga meluncurkan sejumlah produk baru di Park Serpong Phase 7 dan 8, antara lain Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops. Produk-produk tersebut menyasar segmen rumah terjangkau dan menengah yang dinilai masih memiliki permintaan tinggi.
Sebanyak 72 persen transaksi penjualan rumah pada Semester I 2026 menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Angka tersebut menunjukkan kuatnya permintaan dari kalangan pengguna akhir sekaligus mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang lebih terjangkau.
Di luar bisnis properti, segmen lifestyle juga mencatatkan pertumbuhan. Pendapatan segmen ini mencapai Rp605 miliar dengan laba bruto Rp490 miliar. EBITDA naik 11 persen menjadi Rp236 miliar, sedangkan laba bersih meningkat menjadi Rp131 miliar dari Rp111 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, rata-rata tarif kamar hotel berada di kisaran Rp635 ribu dengan tingkat okupansi sebesar 54 persen. Sementara itu, pusat perbelanjaan yang dikelola perseroan mencatat rata-rata 11,2 juta kunjungan per bulan atau meningkat 1 persen dibandingkan tahun lalu.
Menurut John, perseroan akan terus memprioritaskan eksekusi seluruh proyek township dengan tetap menerapkan pengelolaan modal dan operasional yang disiplin serta prudent.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)