Target pengurangan limbah dukung ekonomi sirkular. Foto: LPKR
Target pengurangan limbah dukung ekonomi sirkular. Foto: LPKR

LPKR Perkuat Pengelolaan Limbah untuk Dukung Ekonomi Sirkular

Rizkie Fauzian • 17 Juni 2026 12:43
Ringkasnya gini..
  • Lippo Karawaci menargetkan pengalihan 3.000 ton limbah per tahun dari TPA sebagai bagian dari Agenda Keberlanjutan 2030 dan penerapan ekonomi sirkular.
  • Berbagai inovasi dilakukan mulai dari daur ulang plastik, pengomposan limbah organik, budidaya maggot, hingga pemanfaatan sludge cake sebagai bahan konstruksi.
  • Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan mitra pengelolaan limbah, LPKR berupaya mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Jakarta: Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim, pengelolaan limbah kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai kewajiban operasional perusahaan.
 
Bagi banyak korporasi, limbah telah menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan. Hal tersebut mendorong PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) memperkuat berbagai inisiatif pengelolaan limbah di seluruh lini bisnisnya.
 
Melalui Agenda Keberlanjutan 2030, perseroan menargetkan pengalihan sedikitnya 3.000 ton limbah dari tempat pembuangan akhir (TPA) setiap tahun.

Presiden Direktur LPKR, Indra Yuwana, mengatakan penerapan prinsip ekonomi sirkular tidak hanya mendukung pencapaian target keberlanjutan perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
 
"Berbagai program yang dijalankan LPKR menunjukkan perubahan paradigma dalam pengelolaan limbah,"kata Indra dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Juni 2026.
 
Jika sebelumnya sampah identik dengan biaya dan beban lingkungan, kini limbah semakin dipandang sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

Target pengurangan limbah dukung ekonomi sirkular

LPKR Perkuat Pengelolaan Limbah untuk Dukung Ekonomi Sirkular
Target tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, memperbesar tingkat daur ulang, serta mempercepat penerapan ekonomi sirkular di lingkungan usaha perusahaan.
 
LPKR menjalankan strategi tersebut dengan mengedepankan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Program ini tidak hanya melibatkan karyawan, tetapi juga penghuni kawasan, pengunjung, tenant, serta mitra pengelolaan limbah dari sektor publik dan swasta.
 
Di sektor perhotelan, jaringan hotel Aryaduta menerapkan sistem pemilahan sampah yang terstandarisasi dengan memisahkan limbah organik, anorganik, dan material yang dapat didaur ulang. Berbagai jenis limbah seperti botol plastik, kardus, serta minyak jelantah dikumpulkan untuk diproses kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.
 
Selain itu, penggunaan botol sabun dan sampo sekali pakai telah digantikan dengan dispenser isi ulang guna mengurangi sampah plastik. Aryaduta juga memanfaatkan sistem berbasis QR code untuk mengurangi penggunaan kertas dalam aktivitas operasional sehari-hari.
 
Upaya keberlanjutan tersebut turut memberikan dampak sosial. Melalui kolaborasi dengan organisasi masyarakat setempat, makanan dan minuman berlebih yang masih layak konsumsi disalurkan kepada komunitas yang membutuhkan.
   

Pengolahan limbah organik

Sementara itu, di kawasan residensial dan township, LippoLand mengembangkan sejumlah inovasi pengelolaan limbah organik. Program yang dijalankan meliputi pengomposan, pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk, budidaya maggot untuk mengolah sisa makanan, hingga penerapan teknologi biopower.
 
Perseroan juga tengah mengkaji pemanfaatan limbah hasil pemangkasan tanaman dan perawatan lanskap menjadi kompos. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan kembali material yang sebelumnya berpotensi berakhir di TPA.
 
Transformasi limbah menjadi sumber daya juga dilakukan pada skala industri. Departemen Wastewater Treatment Plant (WWTP) LPKR mengeksplorasi pemanfaatan produk sampingan yang bersifat biodegradable sebagai pupuk organik.
 
Selain itu, sludge cake hasil pengolahan air limbah juga tengah dikaji untuk dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi, termasuk dalam pembuatan paving block dan blok beton. Langkah ini menunjukkan bagaimana limbah dapat diolah menjadi material yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat baru.
 
Di sektor ritel, Lippo Malls terus meningkatkan tingkat pengalihan limbah dari TPA melalui berbagai program daur ulang. Saat ini sekitar 18 persen limbah yang dihasilkan telah berhasil didaur ulang.
 
Tidak hanya kertas, plastik, dan aluminium, pengelola pusat perbelanjaan tersebut juga bekerja sama dengan mitra khusus untuk menangani limbah refrigeran dari sistem pendingin berskala besar yang memerlukan pengelolaan khusus.
 
Kebijakan pengurangan kantong plastik sekali pakai yang telah diterapkan di sejumlah daerah, termasuk Jakarta dan Bali, turut diperkuat melalui kolaborasi dengan para tenant.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan