Selain itu, arus kas dari aktivitas operasional meningkat 20 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp499 miliar. Perusahaan juga menutup kuartal pertama dengan posisi kas yang kuat sebesar Rp1,62 triliun.
Prapenjualan capai Rp1,95 triliun
Pada segmen real estat, prapenjualan LPKR tercatat sebesar Rp1,95 triliun atau setara 32 persen dari target tahunan.Kinerja ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap rumah tapak, baik di segmen terjangkau maupun premium. Produk rumah tapak menyumbang 84 persen dari total pra penjualan, mencerminkan kuatnya minat pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan end-user.
CEO LPKR John Riady mengatakan, perseroan akan terus fokus pada pengembangan rumah tapak sebagai strategi utama.
“Permintaan tetap terkonsentrasi pada rumah tapak, khususnya di segmen terjangkau dan menengah. Kami akan terus fokus pada eksekusi proyek township serta menjaga pendekatan yang pruden dalam pengelolaan modal,” ujar John dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Mei 2026.
Pencapaian tersebut juga didukung oleh peluncuran proyek baru seperti Park Serpong Phase 7 dan Neo 5ense Collection di Cikarang, yang menyasar segmen pasar massal hingga menengah.
Penjualan residensial dominan
Di tingkat holding, penjualan residensial berkontribusi sebesar Rp1,22 triliun. Sementara itu, penjualan unit komersial mencapai Rp156 miliar, kavling tanah Rp30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman di San Diego Hills sebesar Rp33 miliar.Momentum penjualan juga diperkuat oleh peluncuran berbagai produk baru di Park Serpong Phase 7, seperti Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops, yang ditawarkan dengan harga terjangkau.
Segmen lifestyle LPKR mencatat pendapatan sebesar Rp310 miliar, EBITDA Rp103 miliar, dan laba bersih Rp55 miliar pada kuartal pertama 2026.
Kinerja ini mencerminkan ketahanan bisnis di tengah tekanan permintaan, yang tetap didukung oleh efisiensi operasional.
Secara operasional, rata-rata tarif kamar hotel stabil di Rp639 ribu. Sementara itu, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan meningkat 6 persen YoY menjadi 11,5 juta pengunjung per bulan, menandakan pemulihan sektor ritel yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News