Prapenjualan LPKR tercatat sebesar Rp1,95 triliun. Foto: LPKR
Prapenjualan LPKR tercatat sebesar Rp1,95 triliun. Foto: LPKR

Pendapatan LPKR Capai Rp1,80 Triliun di Kuartal I-2026

Rizkie Fauzian • 04 Mei 2026 12:14
Ringkasnya gini..
  • PT Lippo Karawaci Tbk mencatat pendapatan Rp1,80 triliun dan laba bersih Rp107 miliar pada kuartal I 2026.
  • Pra penjualan LPKR mencapai Rp1,95 triliun atau 32 persen dari target tahunan.
  • LPKR akan fokus pada pengembangan hunian tapak untuk menjaga pertumbuhan bisnis.
Jakarta: PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan kinerja positif pada kuartal pertama 2026 di tengah kondisi makroekonomi global yang penuh tantangan. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,80 triliun, EBITDA Rp337 miliar, serta laba bersih Rp107 miliar hingga periode yang berakhir pada 31 Maret 2026.
 
Selain itu, arus kas dari aktivitas operasional meningkat 20 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp499 miliar. Perusahaan juga menutup kuartal pertama dengan posisi kas yang kuat sebesar Rp1,62 triliun.

Prapenjualan capai Rp1,95 triliun

Pada segmen real estat, prapenjualan LPKR tercatat sebesar Rp1,95 triliun atau setara 32 persen dari target tahunan.
 
Kinerja ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap rumah tapak, baik di segmen terjangkau maupun premium. Produk rumah tapak menyumbang 84 persen dari total pra penjualan, mencerminkan kuatnya minat pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan end-user.

CEO LPKR John Riady mengatakan, perseroan akan terus fokus pada pengembangan rumah tapak sebagai strategi utama.
 
“Permintaan tetap terkonsentrasi pada rumah tapak, khususnya di segmen terjangkau dan menengah. Kami akan terus fokus pada eksekusi proyek township serta menjaga pendekatan yang pruden dalam pengelolaan modal,” ujar John dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Mei 2026.
 
Pencapaian tersebut juga didukung oleh peluncuran proyek baru seperti Park Serpong Phase 7 dan Neo 5ense Collection di Cikarang, yang menyasar segmen pasar massal hingga menengah.

Penjualan residensial dominan

Di tingkat holding, penjualan residensial berkontribusi sebesar Rp1,22 triliun. Sementara itu, penjualan unit komersial mencapai Rp156 miliar, kavling tanah Rp30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman di San Diego Hills sebesar Rp33 miliar.
 
Momentum penjualan juga diperkuat oleh peluncuran berbagai produk baru di Park Serpong Phase 7, seperti Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops, yang ditawarkan dengan harga terjangkau.
 
Segmen lifestyle LPKR mencatat pendapatan sebesar Rp310 miliar, EBITDA Rp103 miliar, dan laba bersih Rp55 miliar pada kuartal pertama 2026.
 
Kinerja ini mencerminkan ketahanan bisnis di tengah tekanan permintaan, yang tetap didukung oleh efisiensi operasional.
 
Secara operasional, rata-rata tarif kamar hotel stabil di Rp639 ribu. Sementara itu, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan meningkat 6 persen YoY menjadi 11,5 juta pengunjung per bulan, menandakan pemulihan sektor ritel yang berkelanjutan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan