Wakanda Terinspirasi Buckingham dan Zaha Hadid
Landscape desa Wakanda yang dibuat dengan teknologi CGI ini terinsipirasi karya arsitektur Zaha Hadid yang khas. (dezeen/marvelstrudio)
Jakarta:Sudah menonton film Black Panther? Kalau sudah, tentu tahu dong Wakanda yang dikisahkan sebagai desa terisolasi namun memiliki teknologi canggih.

Kesuksesan film tersebut juga tak lepas dari pengaruh Wakanda yang digambarkan pada film. Bahkan sejak film tersebut diputar, banyak meme yang beredar di media sosial seperti "Ayo Pindah ke Wakanda".


Arsitektur afrofuturis yang ditampilkan pada film tersebut merupakan perpaduan antara desain Zaha Hadid dan Istana Buckingham, London. Menurut desainer produksi film garapan Marvel Studios ini, Hannah Beachler, idenya tentang setting film terinspirasi dari bangunan karya arsitektur (alm.) Zaha Hadid yang berciri futuristik.



"Saya tetap ingin orang merasakan sentuhan arsitektur modern. Bangunan desain Zaha Hadid selalu menggairahkanm penuh dengan lengkungan, ruangnya terasa besar dan sangat intim," katanya kepada Dezeen.

Wakanda dalam film Black Panther diceritakan sebuah desa di pedalaman Afrika yang berhasil lolos dari penjajahan. Warganya berhasil membuat desanya mandiri dengan dukungan teknologi canggih yang dibuat oleh Vibranium.

baca juga: Kontroversi Rp 6 T ala Gangnam

Tenpat tinggal bagi Black Panther terinspirasi dari Istana Buckingham, tempat tinggalnya para Ratu dan Raja Inggris. Tempat tinggalnya harus menggambarkan kediaman anggota keluarga kerajaan.

"Pikiran pertama saya adalah seperti apa istana Black Panther dan seberapa besar, karena itu akan menentukan ukuran sisa kota di Wakanda. Hal yang pertama terpikirkan adalah Istana Buckingham dan juga meniru ukuran aslinya," jelasnya.



Sementara itu, desain bangunan terinspirasi oleh arsitektur Zaha Hadid, khususnya Gedung DDP di Seoul dan Wangjing SOHO di Beijing. Beachler bahkan mengunjungi bangunan Zaha untuk mendapatkan inspirasi.

Kedua struktur ini menggabungkan struktur futuristik melengkung dengan referensi unsur-unsur alam. Gedung DDP misalnya, memiliki permukaan aluminium bergelombang yang menyerupai air yang mengalir, sementara Wangjing SOHO memiliki struktur melengkung dan meruncing.

Kurva gaya Zaha kemudian dipadukan dengan referensi arsitektur Afrika Selatan, seperti gubuk rondavel tradisional yang memiliki atap serak dan atap jerami. Ini bisa dilihat dalam desain gedung pencakar langit di ibu kota Golden City Wakanda.

 



(LHE)