BEAUTY
Misteri Wangi Parfum yang Beda di Tiap Orang: Cek 4 Faktor Utamanya di Sini!
Mia Vale
Kamis 23 Juli 2026 / 15:46
- Pernah gak sih kamu nyium parfum yang sama persis, tapi pas dipakai di badanmu sama orang lain kok aromanya bisa beda banget?
- Sebenarnya, parfum itu bukan cuma cairannya aja yang ada di dalam botol. Begitu disemprot ke kulit, terjadilah eksperimen kimia pribadi!
- Kira-kira, apa sih yang bikin wangi parfum bisa beda-beda di tiap orang? Yuk, intip faktanya.
Jakarta: Pernah gak sih kamu nyium parfum yang sama persis, tapi pas dipakai di badanmu sama orang lain kok aromanya bisa beda banget? Kalau iya, wajib banget baca ini sampe habis, Bestie!
Sebenarnya, parfum itu bukan cuma cairannya aja yang ada di dalam botol. Begitu disemprot ke kulit, terjadilah eksperimen kimia pribadi!
Tenang aja, perubahannya gak bakal ekstrem—misalnya parfum Chanel No. 5 tiba-tiba bau oli mesin.
Cuma, parfum bernuansa bunga bisa terasa jauh lebih manis di kulit si A, tapi jadi lebih powdery alias kayak aroma bedak di kulit si B.
Kira-kira, apa sih yang bikin wangi parfum bisa beda-beda di tiap orang? Yuk, intip faktanya di bawah ini!
Bayangin suhu tubuh itu kayak kompor pas lagi masak. Panas tubuh bakal menghangatkan wewangian dan bikin proses penguapannya jadi lebih cepet.
Menurut riset di Flavour and Fragrance Journal (2019), kulit yang lebih hangat bakal bikin aroma tertentu terasa jauh lebih nendang dan intens, sementara kulit yang adem bikin wanginya tetap lembut.
Semakin tinggi suhu badanmu, top notes (aroma awal) bakal kabur cepet banget, diganti sama base notes (aroma dasar) yang langsung keluar dan menetap lebih awal.

(Tingkat keasaman atau pH kulit ikut mengatur perkembangan aroma dan dapat mengubah wangi parfum pada setiap orang. Hal ini terjadi karena interaksi kimia antara kulit dan cairan parfum. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Secara teori, tingkat keasaman alias pH kulit juga ngaruh ke wangi parfum. Walaupun pH kulit gak ngerusak komposisi parfumnya, tapi kondisi lingkungan kulit bikin molekul aromanya menguap dengan cara yang beda.
Studi dari International Journal of Cosmetic Science (2020) nyebutin kalau karakteristik permukaan kulit bikin persepsi aroma parfum jadi unik di tiap orang.
Makanya, gak heran kalau satu parfum yang sama bisa berasa lebih hangat atau lebih segar di kulit orang yang berbeda.
Berdasarkan Journal of Cosmetic Dermatology (2021), tingkat kelembapan dan produksi minyak di kulit (sebum) sangat nentuin seberapa tahan lama parfum nempel di badan.
Kulit berminyak itu jago banget ngiket molekul aroma, jadi wanginya bisa tahan lebih lama dan karakternya makin keluar.
Sebaliknya, kulit kering kekurangan minyak alami buat ngiket parfum, alhasil wanginya jadi cepet banget menguap dan hilang. Tips nih buat kamu yang punya kulit kering: coba olesin pelembap dulu sebelum semprot parfum!
Riset dari Chemical Senses (2018) nunjukin kalau aroma tubuh kita sangat dipengaruhi sama metabolisme dan kondisi biologis. Apa yang masuk ke tubuh kita, bakal keluar lewat pori-pori—misalnya aroma makanan kayak bawang putih atau jeruk yang bisa nyampur sama parfummu.
Alkohol dan kafein: Alkohol bisa bikin kita gampang keringetan dan ngubah bau badan, sedangkan kafein bikin kulit kering jadi parfum gampang amblas.
Hormon dan stres: Pas lagi stres, tubuh ngeluarin hormon kortisol dan adrenalin lebih banyak. Akibatnya? Parfum jadi lebih cepet nguap dan nyampur sama bau keringat stresmu.
Jadi, wajar banget kalau parfum kesayanganmu wanginya bisa beda-beda tipis di setiap orang. Sering kali, otak kita juga yang nangkep aroma itu secara beda.
Nah, mulai sekarang kalau ada yang bilang, "Eh, parfum itu kok lebih enak pas kamu yang pakai ketimbang di aku ya?"—senyumin aja, Bestie! Itulah magic-nya parfum, aromanya seunik dan sespesial diri kamu sendiri!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Sebenarnya, parfum itu bukan cuma cairannya aja yang ada di dalam botol. Begitu disemprot ke kulit, terjadilah eksperimen kimia pribadi!
Tenang aja, perubahannya gak bakal ekstrem—misalnya parfum Chanel No. 5 tiba-tiba bau oli mesin.
Cuma, parfum bernuansa bunga bisa terasa jauh lebih manis di kulit si A, tapi jadi lebih powdery alias kayak aroma bedak di kulit si B.
Baca Juga :
4 Hack Parfum Biar Gak Cuma Numpang Lewat Doang
Kira-kira, apa sih yang bikin wangi parfum bisa beda-beda di tiap orang? Yuk, intip faktanya di bawah ini!
1. Suhu tubuh bikin intensitas aroma berubah
Bayangin suhu tubuh itu kayak kompor pas lagi masak. Panas tubuh bakal menghangatkan wewangian dan bikin proses penguapannya jadi lebih cepet.
Menurut riset di Flavour and Fragrance Journal (2019), kulit yang lebih hangat bakal bikin aroma tertentu terasa jauh lebih nendang dan intens, sementara kulit yang adem bikin wanginya tetap lembut.
Semakin tinggi suhu badanmu, top notes (aroma awal) bakal kabur cepet banget, diganti sama base notes (aroma dasar) yang langsung keluar dan menetap lebih awal.
2. pH kulit ikut ngatur perkembangan aroma

(Tingkat keasaman atau pH kulit ikut mengatur perkembangan aroma dan dapat mengubah wangi parfum pada setiap orang. Hal ini terjadi karena interaksi kimia antara kulit dan cairan parfum. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Secara teori, tingkat keasaman alias pH kulit juga ngaruh ke wangi parfum. Walaupun pH kulit gak ngerusak komposisi parfumnya, tapi kondisi lingkungan kulit bikin molekul aromanya menguap dengan cara yang beda.
Studi dari International Journal of Cosmetic Science (2020) nyebutin kalau karakteristik permukaan kulit bikin persepsi aroma parfum jadi unik di tiap orang.
Makanya, gak heran kalau satu parfum yang sama bisa berasa lebih hangat atau lebih segar di kulit orang yang berbeda.
3. Jenis kulit dan kadar minyak alami
Berdasarkan Journal of Cosmetic Dermatology (2021), tingkat kelembapan dan produksi minyak di kulit (sebum) sangat nentuin seberapa tahan lama parfum nempel di badan.
Kulit berminyak itu jago banget ngiket molekul aroma, jadi wanginya bisa tahan lebih lama dan karakternya makin keluar.
Sebaliknya, kulit kering kekurangan minyak alami buat ngiket parfum, alhasil wanginya jadi cepet banget menguap dan hilang. Tips nih buat kamu yang punya kulit kering: coba olesin pelembap dulu sebelum semprot parfum!
4. Kebiasaan sehari-hari dan gaya hidup
Riset dari Chemical Senses (2018) nunjukin kalau aroma tubuh kita sangat dipengaruhi sama metabolisme dan kondisi biologis. Apa yang masuk ke tubuh kita, bakal keluar lewat pori-pori—misalnya aroma makanan kayak bawang putih atau jeruk yang bisa nyampur sama parfummu.
Alkohol dan kafein: Alkohol bisa bikin kita gampang keringetan dan ngubah bau badan, sedangkan kafein bikin kulit kering jadi parfum gampang amblas.
Hormon dan stres: Pas lagi stres, tubuh ngeluarin hormon kortisol dan adrenalin lebih banyak. Akibatnya? Parfum jadi lebih cepet nguap dan nyampur sama bau keringat stresmu.
Jadi, wajar banget kalau parfum kesayanganmu wanginya bisa beda-beda tipis di setiap orang. Sering kali, otak kita juga yang nangkep aroma itu secara beda.
Nah, mulai sekarang kalau ada yang bilang, "Eh, parfum itu kok lebih enak pas kamu yang pakai ketimbang di aku ya?"—senyumin aja, Bestie! Itulah magic-nya parfum, aromanya seunik dan sespesial diri kamu sendiri!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)