BEAUTY
Parfummu 'Pingsan' Sebelum Jam 5 Sore? Fix, Berarti Kamu Salah Pilih!
Yatin Suleha
Kamis 16 Juli 2026 / 18:25
- Sering gak sih kamu beli parfum karena kecantol sama wanginya pas disemprot di toko.
- Tapi pas dipakai seharian malah aromanya "hilang"?
- Parfum berkualitas teruji saat aromanya tetap bertahan meski sudah beraktivitas seharian.
Jakarta: Sering gak sih kamu beli parfum karena kecantol sama wanginya pas disemprot di toko, tapi pas dipakai seharian malah aromanya "hilang"?
Nah, belakangan ini banyak pencinta parfum di Indonesia yang mulai sadar kalau first impression itu ternyata gak cukup.
Buat kita yang tinggal di iklim tropis, menilai parfum itu enggak bisa cuma dari semprotan pertama. Kualitas asli sebuah parfum justru baru kelihatan setelah dipakai 8 sampai 10 jam.
Kenapa waktu 8–10 jam itu penting? Perubahan cara pandang ini wajar banget. Di Indonesia, kita sering banget pindah-pindah suhu—dari panas terik di luar ke ruangan ber-AC.
Kondisi ini bikin parfum bereaksi beda di kulit kita. Aroma yang awalnya segar bisa aja berubah drastis setelah beberapa jam.
Makanya, konsumen sekarang lebih jeli memerhatikan gimana parfum "hidup" di kulit dan apakah wanginya tetap nyaman sampai sore hari.
Josh Frost, Founder sekaligus Perfumer Best Perfume Store, bilang kalau fenomena ini makin sering ia temui.
.JPG)
(Parfum berkualitas teruji saat aromanya tetap bertahan meski sudah beraktivitas seharian di cuaca tropis. Foto: Dok. Istimewa)
"Banyak pelanggan bilang mereka suka wanginya pas dicoba, tapi kecewa karena enggak tahan lama. Padahal, semprotan pertama itu baru segelintir dari karakter asli parfumnya," jelas Josh.
Ia menambahkan, kesalahan terbesar banyak orang adalah terburu-buru beli.
"Di iklim tropis, kualitas parfum justru diuji setelah 8–10 jam. Di fase itulah kita bisa tahu apakah formulasi dan bahan bakunya beneran berkualitas. Fase dry-down (saat wangi asli muncul sepenuhnya) inilah yang paling lama menemani kita beraktivitas," lanjutnya.
Bagi Josh, parfum terbaik bukan berarti yang paling mahal atau viral. "Parfum terbaik adalah yang tetap terasa 'kamu banget' meski hari udah mau berakhir. Saat wanginya masih enak dan berkembang dengan baik setelah seharian beraktivitas, di situlah kualitas aslinya terbukti."
Merespons tren ini, Josh Frost keluarin koleksi parfum yang memang dirancang khusus buat iklim Asia Tenggara yang lembap. Dengan konsentrasi fragrance sampai 50%, aromanya dibuat lebih kaya dan tahan lama.
Jadi, pertanyaannya sekarang bukan lagi "Wanginya enak enggak pas disemprot?", tapi "Ini parfum masih nempel dan wanginya tetap oke gak ya setelah 10 jam dipakai?"
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Nah, belakangan ini banyak pencinta parfum di Indonesia yang mulai sadar kalau first impression itu ternyata gak cukup.
Buat kita yang tinggal di iklim tropis, menilai parfum itu enggak bisa cuma dari semprotan pertama. Kualitas asli sebuah parfum justru baru kelihatan setelah dipakai 8 sampai 10 jam.
Kenapa waktu 8–10 jam itu penting? Perubahan cara pandang ini wajar banget. Di Indonesia, kita sering banget pindah-pindah suhu—dari panas terik di luar ke ruangan ber-AC.
Kondisi ini bikin parfum bereaksi beda di kulit kita. Aroma yang awalnya segar bisa aja berubah drastis setelah beberapa jam.
Makanya, konsumen sekarang lebih jeli memerhatikan gimana parfum "hidup" di kulit dan apakah wanginya tetap nyaman sampai sore hari.
Josh Frost, Founder sekaligus Perfumer Best Perfume Store, bilang kalau fenomena ini makin sering ia temui.
(Parfum berkualitas teruji saat aromanya tetap bertahan meski sudah beraktivitas seharian di cuaca tropis. Foto: Dok. Istimewa)
"Banyak pelanggan bilang mereka suka wanginya pas dicoba, tapi kecewa karena enggak tahan lama. Padahal, semprotan pertama itu baru segelintir dari karakter asli parfumnya," jelas Josh.
Ia menambahkan, kesalahan terbesar banyak orang adalah terburu-buru beli.
"Di iklim tropis, kualitas parfum justru diuji setelah 8–10 jam. Di fase itulah kita bisa tahu apakah formulasi dan bahan bakunya beneran berkualitas. Fase dry-down (saat wangi asli muncul sepenuhnya) inilah yang paling lama menemani kita beraktivitas," lanjutnya.
Bagi Josh, parfum terbaik bukan berarti yang paling mahal atau viral. "Parfum terbaik adalah yang tetap terasa 'kamu banget' meski hari udah mau berakhir. Saat wanginya masih enak dan berkembang dengan baik setelah seharian beraktivitas, di situlah kualitas aslinya terbukti."
Merespons tren ini, Josh Frost keluarin koleksi parfum yang memang dirancang khusus buat iklim Asia Tenggara yang lembap. Dengan konsentrasi fragrance sampai 50%, aromanya dibuat lebih kaya dan tahan lama.
Jadi, pertanyaannya sekarang bukan lagi "Wanginya enak enggak pas disemprot?", tapi "Ini parfum masih nempel dan wanginya tetap oke gak ya setelah 10 jam dipakai?"
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)