Salah satu ciri paling mencolok dari Blue Mosque adalah enam menaranya. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
Salah satu ciri paling mencolok dari Blue Mosque adalah enam menaranya. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian

Blue Mosque: Masjid Ikonik dengan 6 Menara di Istanbul

Rizkie Fauzian • 20 Februari 2026 22:58
Ringkasnya gini..
  • Blue Mosque di Istanbul memukau dengan enam menara dan 20.000 ubin biru İznik. Masjid abad ke-17 ini menjadi ikon arsitektur Ottoman yang masih aktif hingga kini.
  • Dibangun oleh Sultan Ahmed I, Blue Mosque menghadirkan perpaduan arsitektur Bizantium dan Ottoman yang megah. Simak sejarah dan keindahan interiornya yang legendaris.
  • Tak hanya indah, Blue Mosque adalah simbol kejayaan Ottoman. Kubah bertingkat dan ubin birunya menjadikannya destinasi wajib bagi pecinta sejarah dan arsitektur.
Jakarta: Di jantung kawasan Sultanahmet, berdiri megah sebuah mahakarya arsitektur Islam yang seakan menjadi penanda siluet kota. Blue Mosque, atau Masjid Sultan Ahmed, bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol kejayaan Kesultanan Ottoman yang hingga kini tetap memikat jutaan pengunjung dari seluruh dunia.
 
Medcom.id berkesempatan mengunjungi langsung, dan menikmati kemegahan salah satu masjid ikonik tersebut atas undangan Air Asia X dan Turkiye Tourism Promotion and Development Agency (TGA).
 
Setiap langkah menuju pelatarannya menghadirkan rasa takzim. Kubah-kubah bertingkat yang seolah bertumpuk ke langit, enam menara ramping yang menjulang, serta halaman luas yang teduh menghadirkan pengalaman ruang yang monumental sekaligus intim.

Jejak sejarah di balik kemegahannya

Blue Mosque: Masjid Ikonik dengan 6 Menara di Istanbul
Blue Mosque atau Masjid Sultan Ahmed. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian

Masjid ini dikomisionerkan oleh Sultan Ottoman Ahmed I pada awal abad ke-17 dan selesai dibangun pada 1616. Kala itu, Kesultanan Ottoman tengah berada dalam periode penting untuk menegaskan kembali wibawa politik dan spiritualnya.
 
Sang sultan ingin membangun masjid yang bukan hanya megah, tetapi juga menandingi bahkan melampaui kemasyhuran Hagia Sophia yang berada tepat di seberangnya.
 
Proyek besar ini dipercayakan kepada arsitek Sedefkâr Mehmed Ağa, murid dari arsitek legendaris Ottoman, Mimar Sinan. Hasilnya adalah bangunan yang memadukan tradisi arsitektur Bizantium dengan sentuhan khas Ottoman secara harmonis.
 
Masjid ini bukan hanya ruang salat. Seperti banyak masjid kekaisaran Ottoman lainnya, kompleksnya mencakup halaman luas, air mancur untuk wudu, madrasah (sekolah pendidikan Islam), pasar kecil, hingga fasilitas sosial seperti dapur umum dan hospice. Ia dirancang sebagai pusat kehidupan spiritual dan sosial masyarakat.

Keajaiban arsitektur: enam menara dan kubah bertingkat

Blue Mosque: Masjid Ikonik dengan 6 Menara di Istanbul
Blue Mosque atau Masjid Sultan Ahmed. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
 
Salah satu ciri paling mencolok dari Blue Mosque adalah enam menaranya, jumlah yang pada masanya tergolong kontroversial karena setara dengan Masjidil Haram di Makkah saat itu. Namun justru elemen inilah yang mempertegas ambisi arsitekturalnya.
 
Struktur utamanya didominasi oleh satu kubah besar berdiameter sekitar 23,5 meter, dengan tinggi mencapai lebih dari 40 meter. Kubah utama ini tampak “ditopang” oleh rangkaian semi-kubah yang bertingkat, menciptakan efek visual seperti air terjun arsitektural yang mengalir turun secara simetris.
 
Dari luar, bangunan ini terlihat kokoh sekaligus elegan. Dari dalam, suasananya berubah menjadi lembut dan menenangkan.

Pesona 20.000 ubin iznik

Blue Mosque: Masjid Ikonik dengan 6 Menara di Istanbul
Blue Mosque atau Masjid Sultan Ahmed. Foto: TGA
 
Julukan “Blue Mosque” lahir dari interiornya yang dihiasi lebih dari 20.000 ubin keramik İznik berwarna biru, turquoise, dan putih. Motif floral seperti tulip, mawar, dan anyelir menghiasi dinding bagian atas, menghadirkan suasana yang anggun sekaligus sakral.
 
 
Cahaya alami masuk melalui ratusan jendela yang mengelilingi kubah dan dinding, memantulkan warna biru lembut yang membuat ruang terasa lapang dan spiritual.
 
Kaligrafi indah menghiasi lengkungan dan pilar-pilar besar, menambah kekayaan visual sekaligus makna religius. Karpet merah yang membentang luas menyempurnakan atmosfer khusyuk di dalamnya.

Halaman luas dan atmosfer yang hidup

Blue Mosque: Masjid Ikonik dengan 6 Menara di Istanbul
Blue Mosque atau Masjid Sultan Ahmed. Foto: TGA
 
Sebelum memasuki ruang utama, pengunjung akan melewati halaman luas yang dikelilingi arkade berkubah kecil. Di tengahnya berdiri air mancur untuk wudu, menciptakan pusat komposisi yang simetris.
 
Berjalan perlahan di halaman ini memberi kesempatan untuk merasakan ritme arsitektur Ottoman: lengkungan, bayangan, dan cahaya yang bergerak mengikuti waktu. Meski selalu ramai wisatawan, suasananya tetap terasa damai.

Ikon spiritual dan daya tarik dunia

Blue Mosque: Masjid Ikonik dengan 6 Menara di Istanbul
Blue Mosque atau Masjid Sultan Ahmed. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
 
Selama lebih dari empat abad, Blue Mosque tetap berfungsi aktif sebagai masjid. Lima kali sehari, azan berkumandang dari enam menaranya, mengingatkan bahwa bangunan ini bukan sekadar monumen sejarah, melainkan ruang ibadah yang hidup.
 
Bagi pencinta sejarah dan arsitektur, Blue Mosque adalah pertemuan antara kekuasaan, seni, dan spiritualitas. Ia memperlihatkan bagaimana arsitektur bisa menjadi bahasa kebesaran sebuah peradaban.
 
Mengunjungi masjid ini bukan hanya tentang mengagumi keindahan visualnya, tetapi juga menyelami lapisan sejarah yang terpatri pada setiap ubin biru dan lengkungan kubahnya.
 
Dan ketika mata memandang ke atas, mengikuti garis kubah yang melengkung lembut menuju cahaya, ada perasaan kecil yang muncul: bahwa keindahan, pada akhirnya, adalah bentuk doa yang diwujudkan dalam batu, keramik, dan ruang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA