Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta
Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta (Ine Yudhawati)

Ine Yudhawati

 

E-RKAM: Transformasi Digital bagi Madrasah Menyongsong Adaptasi Kenormalan Baru

Pilar manajemen pendidikan
Ine Yudhawati • 15 September 2020 07:00
TANGGAL8 september 2020, BNPB mencatat jumlah korban meninggal akibat covid-19 di Indonesia mencapai lebih dari 8 ribu jiwa. Pandemi yang melanda selama hampir 6 bulan ini juga melahirkan dampak multidimensi.
 
Masyarakat terpaksa membatasi segala aktivitas, termasuk di dunia pendidikan. Kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Guru, siswa dan para orangtua dipaksa segera beradaptasi dengan kebiasaan baru. Namun kegiatan pendidikan tak hanya sebatas kegiatan belajar mengajar. Tata kelola lembaga pendidikan yang baik juga tak kalah penting untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
 
Lembaga pendidikan dituntut adaptif menghadapi situasi saat ini. Sangat penting merencanakan kebijakan pendidikan di era new normal. Adaptasi perlu dilakukan dari hulu hingga hilir demi kepentingan siswa. Penyesuaian perlu dilakukan mulai dari perencanaan kegiatan, penganggaran hingga sistem pelaporan. Sangat diperlukan perencanaan kegiatan yang dapat mendukung sistem pembelajaran di era new normal ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Guru dan tenaga kependidikan dituntut kreatif, melahirkan program-program baru yang sesuai dengan era new normal. Namun rencana kegiatan yang hebat, akan sia-sia tanpa didukung anggaran untuk merealisasikannya. Perencanaan juga harus didukung oleh penganggaran yang tepat. Anggaran belanja di masa pandemi bisa jadi sangat berbeda dengan saat sebelumya. Jika sebelumnya anggaran belanja dialokasikan untuk membeli alat tulis, bisa jadi saat ini kuota internetlah yang harus dibeli. Untuk itu diperlukan penyesuaian mulai dari tahap perencanaan.
 
Di tengah pandemi ini, Kementerian Agama RI membuat terobosan baru manajemen madrasah dengan meluncurkan aplikasi e-RKAM (Elektronik Rencana Kerja Anggaran Madrasah). Dilansir pada situs kemenag.go.id, Direktur KSKK Madrasah Kemenag Ahmad Umar menyatakan, digitalisasi ini dapat membantu madrasah berubah menuju manajemen pendidikan yang modern.

Selain kemudahan pengawasan, simplifikasi pelaporan ini juga dapat menghemat waktu guru dan tenaga kependidikan di madrasah. Tenaga dan waktu para guru dapat digunakan untuk melakukan kegiatan pendidikan yang lebih substantif.

Aplikasi ini dapat digunakan oleh madrasah dalam mengelola anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) dan melaporkannya dengan cara yang sangat simpel. “Laporan ini bisa menghasilkan data valid pengelolaan anggaran madrasah, sehingga Kemenag dapat memperjuangakan anggaran madrasah ke depannya. Program ini sendiri merupakan proyek besar untuk mereformasi madrasah ke arah yang lebih baik di masa mendatang,” ungkap Ahmad Umar.
 
8 juta siswa madrasah
Data Kementerian Agama mencatat 15 % dari total 53 juta peserta didik di Tanah air atau sekitar 8 juta siswa di Indonesia menempuh pendidikan di madrasah di bawah binaan Kementerian Agama. Kuantitas cukup besar yang dapat berkontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia di Indonesia jika peserta didik tersebut dipastikan menimba ilmu pada institusi yang berkualitas.
 
Setiap tahun, dana lebih dari Rp10 triliun digelontorkan pemerintah dalam bentuk dana BOS bagi siswa madrasah. Dana yang dapat membawa perubahan secara sistematis, jika digunakan secara efektif, efisien dan akuntabel. Aplikasi e-RKAM membuka peluang pengawasan yang baik dari tahapan penyusunan rencana kegiatan, penganggaran dan pelaporan.
 
Seluruh data yang diinput oleh madrasah dapat diawasi secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga pusat. Cara ini sangat adaptif terhadap situasi saat ini yang membatasi pengawasan kelembagaan secara fisik.
 
Selain kemudahan pengawasan, simplifikasi pelaporan ini juga dapat menghemat waktu guru dan tenaga kependidikan di madrasah. Tenaga dan waktu para guru dapat digunakan untuk melakukan kegiatan pendidikan yang lebih substantif.
 
Pada akhirnya, tata kelola kelembagaan yang transparan, efektif dan efisien dapat berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa. Pendataan yang baik juga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan terkait anggaran di madrasah. Bukan tak mungkin jika ke depan, penyaluran anggaran BOS tidak lagi berdasarkan jumlah siswa, namun berdasarkan kinerja atau seberapa baik program kegiatan yang dirancang oleh masing-masing madrasah. Dan tentunya dengan realisasi dan pelaporan yang transparan.
 
Menurut Ketua PMU (Project Management Unit) REP-MEQR (Realizing Education’s Promise - Madrasah Education Quality Reform) Abdullah Faqih, peluncuran aplikasi e-RKAM diawali dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan pada minggu ketiga bulan september 2020. “Jadi kita sudah rapat koordinasi yang pertama untuk masalah bimtek ini, agar persepsi kita sama terkait bagaimana pelaksanaan bimtek secara daring yang akan berlangsung di minggu ketiga bulan ini”, ucap Abdullah, yang juga menjabat Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat KSKK Madrasah Kemenag. Transformasi digital di dunia pendidikan madrasah melalui aplikasi e-RKAM ini juga dapat digunakan sebagai proyek percontohan bagi institusi lain dalam menyongsong adaptasi kenormalan baru.[]
 
Ine Yudhawati: News Produser Metro TV,Mahasiswi Magister Ilmu Komunikasi UPH
 
*Segala gagasan dan opini yang ada dalam kanal ini adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Medcom.ID. Redaksi menerima kiriman opini dari Anda melalui kolom@medcom.id.

 
TERKAIT

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif