Jakarta: Lailatul Qadar adalah anugerah terbesar di bulan Ramadan, sebuah malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Mengingat besarnya kemuliaan tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk mengisi malam-malam terakhir Ramadan dengan berbagai ibadah bermakna.
Berikut adalah rangkaian amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Amalan Lailatul Qadar
Seperti yang kita tahu bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan. Malam tersebut disebutkan dalam ayat yang mulia,
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5)
Melaksanakan Salat Malam (Qiyamul Lail)
Amalan paling utama yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah mendirikan salat malam. Hal ini sejalan dengan hadis Nabi yang menyatakan bahwa barangsiapa yang berdiri salat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Anda dapat melaksanakan salat Tarawih, salat Witir, salat Tahajud, hingga salat Taubat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)
Membaca Doa Lailatul Qadar
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus kepada Siti Aisyah RA untuk dibaca pada malam-malam ganjil. Doa ini merupakan permohonan ampunan yang sangat tulus:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku.”
Memperbanyak Tadarus Al-Qur'an
Mengingat Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur'an, maka berinteraksi dengan kitab suci ini adalah amalan yang sangat dianjurkan. Selain membaca (tilawah), umat Muslim juga disarankan untuk merenungi maknanya (tadabbur) agar petunjuk Al-Qur'an semakin meresap ke dalam hati.
Melakukan I'tikaf
I'tikaf adalah puncaknya usaha menjemput Lailatul Qadar. Dengan berdiam diri di masjid disertai niat ibadah, seseorang dapat lebih fokus berzikir, merenung, dan menjauhkan diri dari kesibukan duniawi. Di sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW hampir selalu menghabiskan waktunya dengan beri’tikaf.
Berzikir dan Memohon Ampunan (Istighfar)
Memperbanyak zikir, tasbih, tahmid, dan tahlil sangat disarankan. Malam ini adalah waktu di mana pintu langit dibuka lebar, sehingga memperbanyak istighfar (mohon ampun) menjadi kunci untuk membersihkan jiwa sebelum Ramadan berakhir.
Hari ini, Kamis, 5 Maret 2026, kita sedang berada di ambang gerbang sepuluh malam terakhir. Jangan biarkan kesempatan emas ini berlalu begitu saja. Mari persiapkan fisik dan batin agar kita terpilih menjadi hamba yang mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar tahun ini.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta:
Lailatul Qadar adalah anugerah terbesar di bulan Ramadan, sebuah malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Mengingat besarnya kemuliaan tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk mengisi malam-malam terakhir Ramadan dengan berbagai ibadah bermakna.
Berikut adalah rangkaian amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Amalan Lailatul Qadar
Seperti yang kita tahu bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam penuh kemuliaan. Malam tersebut disebutkan dalam ayat yang mulia,
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5)
Melaksanakan Salat Malam (Qiyamul Lail)
Amalan paling utama yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah mendirikan salat malam. Hal ini sejalan dengan hadis Nabi yang menyatakan bahwa barangsiapa yang berdiri
salat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Anda dapat melaksanakan salat Tarawih, salat Witir, salat Tahajud, hingga salat Taubat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)
Membaca Doa Lailatul Qadar
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus kepada Siti Aisyah RA untuk dibaca pada malam-malam ganjil. Doa ini merupakan permohonan ampunan yang sangat tulus:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku.”
Memperbanyak Tadarus Al-Qur'an
Mengingat Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur'an, maka berinteraksi dengan kitab suci ini adalah amalan yang sangat dianjurkan. Selain membaca (tilawah), umat Muslim juga disarankan untuk merenungi maknanya (tadabbur) agar petunjuk Al-Qur'an semakin meresap ke dalam hati.
Melakukan I'tikaf
I'tikaf adalah puncaknya usaha menjemput Lailatul Qadar. Dengan berdiam diri di masjid disertai niat ibadah, seseorang dapat lebih fokus berzikir, merenung, dan menjauhkan diri dari kesibukan duniawi. Di sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW hampir selalu menghabiskan waktunya dengan beri’tikaf.
Berzikir dan Memohon Ampunan (Istighfar)
Memperbanyak zikir, tasbih, tahmid, dan tahlil sangat disarankan. Malam ini adalah waktu di mana pintu langit dibuka lebar, sehingga memperbanyak istighfar (mohon ampun) menjadi kunci untuk membersihkan jiwa sebelum Ramadan berakhir.
Hari ini, Kamis, 5 Maret 2026, kita sedang berada di ambang gerbang sepuluh malam terakhir. Jangan biarkan kesempatan emas ini berlalu begitu saja. Mari persiapkan fisik dan batin agar kita terpilih menjadi hamba yang mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar tahun ini.
(
Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)