Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Tips dan Trik Menembus Djarum Beasiswa Plus

Arga sumantri • 25 Mei 2021 12:04
Surakarta: Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi penerima Djarum Beasiswa Plus. Keduanya yakni Dewa Putu Adhi Nugraha Anom dari Program Studi (Prodi) Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian (FP) dan Dian Cita dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
 
Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang sedang menempuh kuliah semester empat jenjang sarjana dan diploma 4. Dian menjelaskan bahwa Djarum Beasiswa Plus merupakan salah satu beasiswa yang memiliki fokus pada pengembangan skill mahasiswa.
 
"Perbedaan antara Djarum Beasiswa Plus dengan program beasiswa lain yaitu selain mendapatkan dana beasiswa selama satu tahun, Beswan Djarum (sebutan bagi penerima program Djarum Beasiswa Plus) juga mendapatkan berbagai macam pelatihan keterampilan lunak atau soft skills," terang Dian mengutip siaran pers UNS, Selasa, 25 Mei 2021.

Menurut Dian, pelatihan ini amat berguna untuk mempersiapkan para penerima beasiswa untuk menjadi calon pemimpin masa depan bangsa. Pelatihan ini meliputi nation building, character building, leadership development, competition challenges, serta international exposure.
 
Baca: Simak, Daftar 5 Beasiswa Penuh untuk Kuliah di Australia
 
Melalui program Community Empowerment, Beswan Djarum juga diberikan kesempatan untuk menerapkan berbagai keterampilan lunak yang telah diperoleh dengan melibatkan diri secara langsung dalam memberikan jalan keluar pada suatu permasalahan sosial di lingkungan tempat mereka berada. Setiap mahasiswa hanya memiliki satu kali kesempatan mendaftar beasiswa ini karena hanya diperuntukan bagi mahasiswa yang duduk di semester empat.
 
Ia menyatakan, tahapan seleksi yang dilakukan oleh Djarum Foundation yaitu berkas atau administrasi, tes tulis, dan wawancara. Selama pandemi, seluruh rangkaian seleksi dilakukan secara daring dari rumah masing-masing pendaftar beasiswa.
 
 

Pada tahapan berkas seleksi administrasi, mahasiswa harus mengunjungi website dari Djarum lalu mengisi beberapa pertanyaan. Setelah itu, dicetak dan nantinya dilengkapi dengan beberapa berkas lain seperti bebas beasiswa, kartu mahasiswa, transkrip nilai, dan bukti keaktifan organisasi. 
 
"Setelah lengkap, berkasnya dikirim ke panitia pendaftaran," ungkapnya.
 
Sistem seleksi beasiswa ini merupakan sistem gugur. Jika pendaftar tidak lolos pada tahap administrasi maka tidak dapat mengikuti tahap berikutnya. Seleksi berkas atau administrasi pada tahap awal merupakan tahap untuk menyaring seluruh pendaftar yang memenuhi persyaratan guna melanjutkan pada proses berikutnya.
 
Baca: 4 Beasiswa Luar Negeri Ini Tidak Perlu LoA
 
Kemudian, seluruh peserta yang lolos wajib mengikuti tes tulis dengan materi tes berupa Tes Potensi Akademik (TPA) dan psikotes. Tahap terakhir apabila lolos pada dua tahap tersebut adalah wawancara dengan pihak beasiswa. Namun, sebelum seleksi wawancara, seluruh pendaftar diharuskan membuat karya tulis yang berisi mengenai pengalaman pribadi yang akan digunakan sebagai salah satu bahan dalam wawancara.

Tips dan Trik

Dian dan Dewa memberikan tips dan trik berdasarkan pengalaman mereka mengikuti seleksi batch 36. Dewa menjelaskan bahwa dalam beasiswa ini, prestasi bukan menjadi poin utama karena cakupan beasiswa ini memang ada pada character building dan pengembangan soft skill. Ia berpesan agar teman-teman yang tidak memiliki prestasi tidak minder, karena syarat utama adalah aktif berorganisasi. Berikut tips dan trik menembus Djarum Beasiswa Plus:
 
 

1. Cermati Persyaratan

Pada tahap awal, seluruh peserta harus benar-benar menyiapkan berkas persyaratan sesuai ketentuan dari panitia. Selain itu, tanggal pengiriman aplikasi secara daring maupun luring juga harus diperhatikan agar tidak telat saat mendaftar. Tahap ini merupakan salah satu vital yang menentukan lolos atau tidaknya pada seleksi awal.

2. Latihan Soal

Dalam tahap ini, salah satunya berlatih mengerjakan soal-soal TPA. Semakin sering latihan, maka semakin siap ketika mengerjakan soal. Terlebih, terdapat batasan waktu dalam proses pengerjaan. Soal-soal tersebut dapat diunduh atau dicari melalui mesin pencari seperti google karena mayoritas model soal TPA selalu sama setiap tahunnya. Selain sumber internet, juga bisa belajar melalui buku.

3. Jujur

Dalam rangkaian proses seleksi, seluruh peserta dituntut untuk bersikap jujur. Terlebih, pada tahap wawancara, para pewawancara merupakan ahli yang sudah berkecimpung dalam Beasiswa Djarum. Tentu, pewawancara sudah hafal mengenai kandidat yang menjawab pertanyaan saat wawancara dengan jujur dan yang tidak.

4. Siapkan Perangkat dan Koneksi Internet

Pandemi covid-19 membuat rangkaian seleksi dilakukan secara daring. Oleh karena itu diperlukan perangkat yang memadai dan koneksi internet yang bagus.
 
Belajar dari pengalaman saat seleksi, disarankan untuk menyediakan koneksi internet cadangan jika sewaktu-waktu terdapat kendala jaringan. Pada tahun lalu, Dian sempat kehilangan koneksi internet yang terhubung dengan wifi di rumahnya. Namun, Ia langsung sigap dengan menyiapkan koneksi internet lain melalui thetering pada perangkat selulernya.

5. Manfaatkan Waktu saat Wawancara

Mengoptimalkan waktu saat tahap wawancara menjadi penting. Salah satunya, dengan membuat pewawancara tertarik untuk menggali lebih dalam mengenai jawaban-jawaban yang diberikan. Tidak lupa, sebelum wawancara dilakukan, cari tahu terlebih dahulu mengenai latar belakang pewancara agar tahu seperti apa pembawaan saat wawancara.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan