Rektor UPJ Prof Elisabeth Rukmini.
Rektor UPJ Prof Elisabeth Rukmini.

Bukan Cuma IPK! Ini 5 Bekal yang Wajib Dimiliki Mahasiswa Sebelum Lulus

Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 September 2026 13:15
Ringkasnya gini..
  • IPK tinggi bukan satu-satunya bekal mahasiswa untuk memasuki dunia kerja.
  • Pengalaman dunia nyata, problem solving, kolaborasi, portofolio, serta integritas perlu dibangun sejak kuliah.
  • Data UPJ menunjukkan 202 dari 652 wisudawan tahun akademik 2024/2025 sudah bekerja sebelum wisuda.
Jakarta: Mendapatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi tentu menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan bagi mahasiswa. Namun, ketika memasuki dunia kerja, kemampuan akademik saja belum tentu cukup.

Mahasiswa juga perlu memiliki pengalaman dan keterampilan yang bisa diterapkan di luar ruang kelas. Mulai dari pengalaman menghadapi persoalan nyata, kemampuan bekerja sama, hingga karakter yang menjadi bekal ketika memasuki dunia profesional.

Hal ini menjadi perhatian Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) dalam menyiapkan lulusannya. Melalui pendekatan Living Lab, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapat kesempatan berinteraksi dengan dunia industri dan persoalan nyata.

Lantas, apa saja bekal yang penting dikantongi mahasiswa sebelum lulus?

5 Bekal Calon Sarjana Sebelum Lulus


Pengalaman di Dunia Nyata

Pengalaman menjadi salah satu modal penting sebelum mahasiswa benar-benar terjun ke dunia kerja. Melalui konsep Living Lab, UPJ memanfaatkan kawasan, perusahaan, proyek, dan jejaring profesional dalam ekosistem Grup Pembangunan Jaya sebagai ruang belajar mahasiswa.

Pengalaman tersebut diberikan melalui magang, proyek industri, kerja profesi, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, hingga kolaborasi dengan berbagai mitra. Dengan begitu, mahasiswa bisa menguji pengetahuan yang didapat selama kuliah ketika berhadapan dengan persoalan nyata.

Kemampuan Memecahkan Masalah

Dunia kerja tidak selalu memberikan persoalan dengan jawaban yang tersedia di buku atau materi kuliah. Karena itu, kemampuan menganalisis persoalan dan mencari solusi menjadi bekal penting bagi calon lulusan.

Pendekatan Living Lab mendorong mahasiswa untuk berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Rektor UPJ Prof Elisabeth Rukmini mengatakan kampus perlu menyiapkan lulusan yang mampu membaca perubahan dan menciptakan solusi.

“Menuju 2030, UPJ berkomitmen melahirkan lulusan yang mampu membaca perubahan, menciptakan solusi, serta memberi dampak bagi industri dan masyarakat,” kata Elisabeth dalam Wisuda ke-12 UPJ di Ecovention Hall, Ancol, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.

Kemampuan Berkolaborasi

Kemampuan bekerja sama juga tak kalah penting. Di dunia profesional, seseorang akan bertemu dengan orang dari latar belakang, keahlian, dan cara berpikir yang berbeda.

Karena itu, mahasiswa perlu terbiasa bekerja lintas disiplin dan berkolaborasi dengan pihak lain sejak masa kuliah. Kegiatan proyek industri, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi dengan mitra dapat menjadi ruang untuk melatih kemampuan tersebut.

Portofolio dan Prestasi

Selain IPK, mahasiswa juga perlu memiliki bukti konkret mengenai kemampuan yang dimiliki. Portofolio, pengalaman proyek, penelitian, publikasi, maupun prestasi dapat menjadi bagian dari rekam jejak tersebut.

Di UPJ, terdapat catatan 19 penelitian, 451 publikasi, dan 119 kegiatan pengabdian kepada masyarakat  sepanjang tahun akademik 2025/2026. Di samping itu mahasiswa UPJ juga mencatat 77 prestasi akademik dan 125 prestasi nonakademik.

"Artinya, masa kuliah dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk mengejar nilai, tetapi juga membangun rekam jejak yang menunjukkan kemampuan dan pengalaman," kata Elisabeth.

Integritas dan Karakter

Kemampuan teknis bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan ketika memasuki dunia profesional. Integritas dan karakter juga menjadi fondasi penting. Presiden UPJ Ir Frans Satyaki Sunito mengatakan pendidikan di UPJ tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman penerapannya, tetapi juga membekali mahasiswa dengan nilai-nilai Jaya.

“Esensi dari nilai-nilai ini adalah Integritas dan Keadilan, yang saya percaya akan menjadi landasan moril yang kokoh bagi segenap lulusan UPJ untuk pembentukan karakter yang tangguh,” ujar Frans.

Pentingnya membangun bekal sejak masa kuliah juga terlihat dari data UPJ. Pada tahun akademik 2024/2025, sebanyak 202 dari 652 wisudawan tercatat sudah bekerja sebelum pelaksanaan wisuda.

Tahun ini, UPJ kembali mengukuhkan 700 lulusan dalam Wisuda ke-12. Dengan tambahan tersebut, jumlah alumni UPJ kini mencapai 4.116 orang yang berkiprah di berbagai bidang profesional.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju dunia kerja idealnya tidak dimulai setelah toga dikenakan. Mahasiswa dapat mulai membangun pengalaman, keterampilan, portofolio, jejaring, dan karakter sejak masih berada di bangku kuliah.

Sebab, ketika memasuki dunia profesional, ijazah mungkin menjadi bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan pendidikan. Tetapi pengalaman dan kemampuanlah yang menunjukkan apa yang bisa dilakukannya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan