Pengunduran diri tidak bisa dilakukan begitu saja. Peserta harus menyampaikan permohonan kepada mentor dan admin mitra penyelenggara sebelum statusnya dinyatakan resmi berhenti dari program.
Sebelum mengajukan pengunduran diri, peserta Magang Nasional perlu memahami alur yang berlaku. Simak ulasannya dikutip dari Instagram @kemnaker dan laman bantuan.kemnaker.go.id:
Prosedur Pengunduran Diri Magang Nasional
Langkah pertama adalah menyampaikan keinginan berhenti kepada mentor di perusahaan atau instansi tempat peserta menjalani magang. Pengajuan itu juga harus memperoleh persetujuan dari mentor dan admin mitra penyelenggara magang, baik yang berasal dari kementerian, lembaga, maupun perusahaan.Proses ini menjadi bagian dari tanggung jawab peserta agar pengunduran diri dilakukan secara profesional. Peserta disarankan menyiapkan surat pengunduran diri yang mencantumkan alasan secara jelas.
Surat tersebut nantinya diperlukan untuk membantu proses administrasi pengunduran diri. Lantas, bagaimana cara resmi mengundurkan diri dari program Magang Nasional? Ini penjelasannya.

Ilustrasi Pengunduran Diri. Foto: MTVN Khairunnisa Putri M
Cara Resmi Mengundurkan Diri dari Magang Nasional
Peserta yang ingin berhenti dari program Magang Nasional. Kamu bisa mengikuti tahapan berikut:- Mengisi formulir pengunduran diri secara daring melalui tautan ini.
- Mengirimkan surat pernyataan pengunduran diri ke email resmi pdn.pemagangan@gmail.com.
Alur Pengunduran Diri Peserta Magang Nasional
- Membuka laman maganghub.kemnaker.go.id.
- Mengisi alasan serta tanggal pengunduran diri.
- Mengunggah surat pengunduran diri yang telah dibubuhi meterai.
- Setelah tanggal efektif pengunduran diri berlaku, peserta tidak dapat lagi mengisi laporan harian.
- Pengajuan pengunduran diri masih dapat dibatalkan apabila telah memperoleh persetujuan mentor dan admin penyelenggara sebelum tanggal efektif.
Pertimbangkan Manfaat Magang Nasional Sebelum Mengundurkan Diri
Meskipun peserta memiliki hak mengundurkan diri, keputusan itu sebaiknya dipertimbangkan matang. Sebab, ada sejumlah manfaat yang berpotensi tidak lagi diperoleh apabila peserta berhenti sebelum program selesai.Beberapa manfaat Magang Nasional yang perlu dipertimbangkan antara lain:
- Pengalaman kerja dan peningkatan keterampilan selama enam bulan.
- Kesempatan memperluas relasi dengan rekan kerja maupun mentor.
- Uang saku yang setara dengan upah minimum provinsi (UMP) atau upah minimum kabupaten/kota (UMK).
- Perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
- Sertifikat resmi bagi peserta yang menyelesaikan program hingga tuntas.