Nelayan peserta sosialisasi inovasi alat penangkap ikan. Dok IPB University.
Nelayan peserta sosialisasi inovasi alat penangkap ikan. Dok IPB University.

IPB Kenalkan Inovasi Alat Penangkap Ikan kepada Nelayan Cirebon

Pendidikan nelayan Pendidikan Tinggi
Arga sumantri • 18 September 2020 11:29
Bogor: Institut Pertanian Bogor (IPB) University mengenalkan inovasi alat penangkap ikan bagi nelayan. Ini dilakukan dalam kegiatan sosialisasi alat tangkap ikan bagi masyarakat nelayan di Cirebon, Jawa Barat, yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani), pada 14-15 September 2020.
 
Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan inovasi alat tangkap dan alat bantu penangkapan ikan, pembuatan dan pemasangan langsung alat tangkap di laut serta penarikan alat tangkap. Dalam kegiatan ini fokus pada pembuatan jaring krendet dan atraktor cumi-cumi.
 
Dosen Departemen Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan IPB, Mulyono menjelaskan, atraktor cumi-cumi adalah salah satu teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya dukung sumber daya cumi-cumi. Atraktor ini sekaligus merupakan sarana dalam pengembangan kawasan pantai secara terpadu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atraktor cumi-cumi, kata dia, mudah dalam pembuatannya. Selain itu, dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapat, tidak memerlukan peralatan yang khusus dan juga tidak mahal.
 
"Bahan yang digunakan adalah drum bekas yang sudah tidak terpakai. Drum bekas kemudian dilubangi dan bagian di dalamnya tali rami dirangkai, kemudian ditambahkan pemberat," ujar Mulyono melalui keterangan tertulis, Jumat, 18 September 2020.
 
Baca:Mahasiswa UB Berdayakan Warga Tulungrejo Buat Beras dari Kulit Apel
 
Sementara itu, krendet adalah salah satu jenis alat tangkap yang bersifat pasif dan tergolong sebagai alat perangkap (trap). Jaring krendet adalah salah satu teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya dukung sumber daya rajungan dan lobster. Sekaligus, merupakan sarana dalam pengembangan kawasan pantai secara terpadu.
 
"Krendet yang digunakan adalah krendet berbentuk lingkaran terbuat dari kerangka besi/bambu/kayu atau rotan dengan jaring terbuat dari nylon monofilament," ujar narasumber perwakilan IPB lainnya, Shidiq Lanang.

Sementara itu, narasumber lain dari Departemen Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan IPB, Roza Yusfiandayani, menjelaskan tentang rumpon portable. Ini merupakan salah satu teknologi tepat guna yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya dukung sumber daya ikan.
 
Rumpon portable yang digunakan adalah alat untuk mengumpulkan ikan dengan menggunakan frekuensi suara. Rumpon portable ialah sebagai alat pemanggil ikan.
 
"Bahan yang digunakan dalam rekayasa teknologi pengayaan sumberdaya ikan pelagis ini adalah terbuat dari fiber dengan memiliki ukuran 53 x 20 x 48 cm dan menggunakan frekuensi suara untuk memikat ikan berkumpul di sekitar rumpon portable," jelas Roza.
 
Metode yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi ini adalah bimbingan teknis terdiri dari 100 nelayan. Kemudian, pelatihan dengan tatap muka dan praktik pembuatan atraktor, pemasangan jaring krendet di perairan dan mengangkat alat (hauling).
 
Para nelayan berharap agar atraktor cumi-cumi, jaring krendet, apartemen lobster dan rumpon portable ini bisa diimplementasikan atau menjadi alternatif alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan menguntungkan bagi mereka.
 
"Kegiatannya bagus karena secara langsung melakukan praktik pembuatan alat dan dapat langsung diaplikasikan bagi nelayan," kata salah satu nelayan, peserta pelatihan, Rustoni.
 
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif