Baric juga melakukan studi lanjutan tentang jenis
spike apa yang sekiranya bisa menginfeksi dan menimbulkan penyakit bagi manusia. Kemudian Baric melakukan
computer modelling.
Ahmad mengatakan, Yan menuduh Shi mengambil
coronavirus dari kelelawar. Yan juga menuding Shi memiliki akses terhadap BAT
coronavirus yang disebut ZC45. Singkatnya, menurut Yan,
coronavirus jenis ZC45 direkayasa oleh Shi menggunakan
computer modelling.
"Menurut dia (Dr Yan) ini (SARS-Cov-2) hasil optimalisasi berdasarkan komputer," ungkapnya.
Baca:
UI Kembangkan Vaksin DNA untuk Covid-19
Ketika dianalisa genome SARS-Cov-2, kata dia, asam amino di SARS-CoV-2, ikatannya lemah berdasarkan prediksi
computer modeling. Secara logika, kata dia, manusia tidak akan menggunakan hasil prediksi komputer yang lemah tersebut.
"Maka dari situ kita menjadi melihat ada ketidakkonsistenan dari logikanya (Dr. Yan). Kita (manusia) belum
nyampe untuk membuat rekayasa ini. Dan Dr. Yan tidak menjelaskannya dalam paper," ungkapnya.
Paper Yan, kata Ahmad, banyak inkonsisten. Terkesan pula ada pemaksaan atas hasil yang harus sesuai dengan kehendaknya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(AGA)