Dalam proses kerjanya, kata dia, akan terjadi oksidasi melibatkan oksigen dan hilangnya hidrogen. Pada proses oksidasi terjadi pemecahan rantai zat chromofor pada gigi yang sebelumnya berikatan pada pelikal, sehingga menyebabkan warna gigi menjadi lebih gelap dan terjadi reaksi reduksi yang membuat warna gigi menjadi lebih terang.
Dosen pembimbing ketiga mahasiswa tersebut, Feni Istikharoh, menjelaskan, hampir 90 persen material kedokteran gigi merupakan produk impor. Makanya, tidak heran jika material kedokteran gigi saat ini relatif mahal.
"Kita tahu bahwa sumber daya alam di Indonesia sangatlah melimpah, salah satunya adalah asam jawa. Asam jawa memiliki kandungan asam malat dan asam oksalat yang cukup tinggi," kata Feni.
Baca: Dosen IPB Buat Formula Anti Penuaan Dini dari Batang Nyirih
Adanya penelitian mengenai asam jawa yang nantinya dikembangkan menjadi produk nanogel dapat berpotensi untuk digunakan sebagai produk material pemutih gigi yang aman. Selain itu, memiliki kemampuan untuk memutihkan gigi yang tidak kalah dengan produk luar negeri. Feni berharap melalui produk tersebut dokter gigi tidak perlu mengimpor material pemutih gigi dari luar negeri lagi.
"Jika kita dapat mengolah sumber daya alam kita yang begitu melimpah, ke depan harapannya kita dapat mengurangi ketergantungan untuk mengimpor material kedokteran gigi," ujar Feni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News