"Hasil ini diperoleh setelah empat pekan pemakaian produk kosmetik yang mengandung batang ranting nyirih," ujar Irmanida dalam keterangan resmi IPB University, Rabu, 23 September 2020.
Menurut peneliti dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University itu, ide awal riset berasal dari penggunaan kulit buah nyirih secara tradisional oleh masyarakat di Sulawesi. Masyarakat di Sulawesi Tengah seperti Desa Ampana, Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, telah menggunakan kulit buah nyirih, atau kuntau menurut bahasa daerah Ampana, untuk perawatan kulit sehari-hari dan persiapan calon pengantin wanita.
Selain itu, masyarakat di daerah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan juga sudah memanfaatkan bijinya untuk dimanfaatkan sebagai anti jerawat.
Baca: Mahasiswa Doktoral UGM Teliti Petanda Prognostik Kanker Paru
Penelitian awal tanaman nyirih sudah dilakukan pada 2009 dengan data hasil skrining memperlihatkan bahwa batang ranting nyirih merupakan sumber antioksidan yang baik. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian terhadap ranting nyirih dilanjutkan untuk mengetahui manfaatnya lebih dalam sebagai bahan baku untuk produk kosmetik.
Terkait kandungan dari batang ranting nyirih, Irmanida mengatakan bahwa saat ini pihaknya baru mendapatkan informasi adanya kandungan xylocenssin K yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiaging melalui mekanisme H2O2 scavenger pada sel khamir.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa produk kosmetik hasil inovasi tanaman nyirih itu belum dikomersialkan di pasar. Tetapi, telah tersedia produk prototipe dalam bentuk gel dan krim.
Menurut dia, masih diperlukan studi lanjutan terkait inovasi, seperti studi pasar dan keinginan. Selain itu, ketersediaan dan standardisasi bahan baku juga perlu disiapkan sebelum komersialisasi.
"Saya berharap riset ini dapat dilanjutkan sampai komersialisasi sehingga dapat memperkaya pasar produk kosmetik dengan bahan baku lokal serta mengangkat budaya Indonesia untuk lebih dikenal baik secara nasional maupun internasional," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News