Si AZA. DOK BRIN
Si AZA. DOK BRIN

Mengenal Si-AZA, Alat Canggih BRIN Bisa Deteksi Boraks dan Formalin dalam Hitungan Detik

Renatha Swasty • 02 Maret 2026 11:54
Ringkasnya gini..
  • Si-AZA dapat menjadi senjata utama bagi pengawas pangan untuk melakukan inspeksi mendadak tanpa perlu menunggu hasil uji laboratorium.
  • Pengawasan dapat dilakukan responsif guna memberikan rasa aman bagi masyarakat sebelum mengonsumsi hidangan mereka.
  • Dengan adanya Si-AZA, proses pengujian pangan kini bisa dilakukan langsung di lokasi penjualan.
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menghadirkan solusi teknologi mutakhir untuk menjawab tantangan keamanan pangan di Indonesia. Melalui inovasi terbarunya yang diberi nama Si-AZA (Sistem Deteksi Alkohol dan Zat Aditif), BRIN memperkenalkan sebuah alat portabel yang dirancang khusus untuk mendeteksi kandungan berbahaya pada makanan secara cepat dan akurat langsung di lapangan.
 
Teknologi ini hadir sebagai solusi di tengah maraknya produk makanan olahan dan jajanan pasar yang rawan kontaminasi bahan tambahan terlarang. Dengan desain praktis, Si-AZA diharapkan dapat menjadi senjata utama bagi pengawas pangan untuk melakukan inspeksi mendadak, tanpa perlu lagi menunggu hasil uji laboratorium yang memakan waktu lama.
 
Urgensi penggunaan alat ini semakin meningkat, terutama saat memasuki momen penting seperti bulan suci Ramadan. Pada bulan tersebut, konsumsi masyarakat terhadap takjil dan jajanan buka puasa meningkat drastis. 

Selama bulan Ramadan, potensi penyalahgunaan bahan kimia berbahaya oleh pedagang yang tidak bertanggung jawab cenderung meningkat. Dengan Si-AZA, pengawasan dapat dilakukan responsif guna memberikan rasa aman bagi masyarakat sebelum mengonsumsi hidangan mereka.
 
Fitur unggulan dan kemampuan deteksi Si-AZA
 
Si-AZA bukan sekadar alat uji biasa. Mengutip unggahan dalam akun Instagram @brinpedia, alat ini memiliki spesifikasi teknis yang mumpuni untuk kebutuhan praktis di lapangan:
   

1. Deteksi multi-zat

Mampu mengidentifikasi kandungan Alkohol, Formalin, Boraks, hingga pewarna tekstil berbahaya seperti Rodamin B.

2. Akurasi tinggi

Memiliki tingkat akurasi di atas 90% dan telah terkalibrasi dengan metode standar laboratorium.

3. Hasil real-time

Hasil pengujian dapat keluar hanya dalam hitungan detik, memudahkan pengambilan keputusan cepat di lokasi.

4. Desain portabel

Desain portabel dilengkapi dengan baterai internal, sehingga alat dapat dioperasikan di pasar atau pusat keramaian tanpa perlu mencari colokan listrik.

5. Digitalisasi data

Seluruh hasil pengecekan langsung tersimpan secara digital di dalam sistem untuk memudahkan pelaporan dan pengarsipan.
 
Melalui slogan "pastikan aman, sebelum dimakan", BRIN mengingatkan tampilan makanan yang menggugah selera bukanlah jaminan keamanan bagi tubuh. Penggunaan zat seperti boraks atau formalin sering kali sulit dideteksi hanya dengan indra penglihatan atau penciuman.
 
Dengan adanya Si-AZA, proses pengujian pangan kini bisa dilakukan langsung di lokasi penjualan. Hal ini tidak hanya memangkas prosedur pengujian, tetapi juga memberikan efek jera bagi produsen pangan yang tidak bertanggung jawab. Inovasi ini merupakan bukti nyata komitmen BRIN dalam mengimplementasikan riset yang berdampak langsung pada perlindungan kesehatan masyarakat luas. (Talitha Islamey)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan