Senyawa 1,8-cineole yang juga disebut
eucalyptol, adalah komponen utama dari minyak atsiri yang ditemukan dalam daun
eucalyptus. Senyawa 1,8-cineole dalam eucalyptus memiliki kemampuan dalam menetralisir virus, anti inflamasi dan antimikroba.
Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry menyebutkan, Balitbangtan telah menguji 60 jenis bahan herbal, seperti minyak atsiri, serbuk dan daging buah yang dilaporkan mempunyai kemampuan menetralisir virus. Dari hasil pengujian, eucalyptus memiliki potensi yang lebih tinggi dibandingkan bahan herbal lainnya.
Saat ini Balitbangtan telah mengembangkan beberapa prototipe produk berbasis eucalyptus seperti
Roll On, Inhaler, Balsem dan Kalung
Aromatherapy. Produk
eucalyptus yang dikembangkan menggunakan formula yang telah diuji secara in vitro di Laboratorium BSL-3 BBalitvet.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(CEU)