Mukasyafatul mengatakan, proses pembuatan Benkap cukup mudah, hanya dengan fortifikasi tepung kulit buah apel dan bahan-bahan lain.
Dalam kegiatan tersebut, tim mengajarkan mekanismenya. Pertama, kulit buah apel dikeringkan menggunakan oven untuk memudahkan proses menjadikan tepung kulit apel, kemudian dilakukan proses pencampuran dengan fortifikasi tepung lain seperti sorgum, meizena serta penambahan larutan GMS.
Baca: GeNose UGM, Deteksi Covid-19 Lewat Hembusan Napas
Selanjutnya, didapatkan adonan dan potong menggunakan noodle maker serta gunting lalu dikeringkan, terakhir adalah proses pengemasan beras analog dengan berat bersih 250 gram/pcs.
Benkap memiliki kandungan protein dan antioksidan tinggi yang dapat mencegah kanker dan diabetes serta bisa meningkatkan daya tahan tubuh untuk mengurangi risiko terpaparnya virus dan bakteri.
"Tim kami juga telah menggagas produk turunan dari Benkap, yaitu berupa pupuk organik cair (POC) dari apel reject dan tepung kulit apel sebagai pengembangan dari keberlanjutan program kami," tuturnya
Hingga saat ini, program Benkap masih berlanjut dan akan terus dikembangkan untuk mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo. Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tulungrejo dengan penjualan produk Benkap sebesar Rp3.200.640, per bulan. Langkah selanjutnya dari program ini, yaitu bekerja dengan dinas pemerintahan terkait untuk mendukung keberlanjutan program.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News