Peneliti Unair Aty Widyawaruyanti berhasil masuk dalam jajaran Top 100 Medical and Health Sciences Scientist 2022. DOK Unair
Peneliti Unair Aty Widyawaruyanti berhasil masuk dalam jajaran Top 100 Medical and Health Sciences Scientist 2022. DOK Unair

Ciptakan Obat Malaria dan Hepatitis C dari Tumbuhan, Aty Masuk Top 100 Medical Scientist

Renatha Swasty • 24 Februari 2022 08:57
Jakarta: Prestasi membanggakan datang dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair). Salah satu peneliti FF Unair Aty Widyawaruyanti berhasil masuk dalam jajaran Top 100 Medical and Health Sciences Scientist 2022. Perangkingan dilakukan Lembaga AD Scientific Index (Alper-Doger Scientific Index).
 
Selama ini, Aty fokus pada penelitian penemuan bahan aktif dari tanaman sebagai obat untuk penyakit infeksi. Penelitian yang pernah dilakukan, yakni anti-malaria dan penyakit infeksi lain, seperti Anti-Hepatitis C, anti-amuba, dan anti-dengue. Penelitian paling berkesan bagi Aty ialah saat penemuan bahan aktif anti Hepatitis C Virus (HCV) dari tanaman.

Penelitian Anti-HCV

Penelitian Anti-HCV merupakan kolaborasi internasional antara Institute of Tropical Disease (ITD) Unair dan Kobe University. Pendanaan penelitian didukung Japan International Cooperation Agency/Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (JICA/SATREPS).
 
Unair mendapat hibah peralatan yang penting bagi penelitian yang berjalan sejak 2010-2014 tersebut. Instrumen menjadi sarana prasarana yang tetap berkelanjutan meskipun proyek riset sudah selesai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Hasil dari riset tersebut selain publikasi, juga menjadi pionir berdirinya Pusat Penelitian dan Pengembangan Obat Bahan Alam (Center for Natural Product Medicine Research and Development) yang terus eksis sampai saat ini,” kata Aty dikutip dari laman unair.ac.ic, Kamis, 24 Februari 2022.
 
Pengalaman dari riset Anti HCV membuka kesempatan untuk mendapatkan proyek riset kolaborasi dengan JICA SATREPS untuk yang kedua kalinya. Riset penemuan bahan aktif antiamuba dari mikroba tersebut bekerja sama dengan Tokyo University dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif