Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Proses Uji Klinis Vaksin Merah Putih Dinilai Memungkinkan Dipercepat

Pendidikan Virus Korona Riset dan Penelitian vaksin covid-19
Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Agustus 2020 20:25
Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro menyatakan proses uji klinis vaksin virus korona (covid-19) Sinovac bisa menjadi acuan untuk vaksin covid-19 buatan dalam negeri (Merah Putih). Utamanya, terkait jangka waktu tahapan uji klinis. 
 
Uji klinis tahap ketiga vaksin Sinovac diperpendek menjadi tiga bulan. Meskipun, menurut Bambang, standar uji klinis vaksin di Indonesia biasanya dilakukan selama enam bulan di setiap tahapannya.
 
"Kalau misalnya Sinovac bisa melakukannya dan hasilnya memuaskan, tentunya kami akan bicara dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), apakah uji klinis tetap enam bulan seperti biasanya, atau bisa tiga bulan seperti Sinovac," kata Bambang dalam program Newsmaker Medcom.id, Kamis, 20 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Menristek: Perkembangan Vaksin Merah Putih Sudah 40%
 
Bambang membeberkan tahapan uji klinis vaksin dan waktu yang dibutuhkan. Fase pertama, kata dia, uji vaksin biasanya fokus terhadap keamanan maupun efek samping yang ditimbulkan dari vaksin tersebut.
 
"Karena kalau vaksin biasa itu tahap satu saja itu butuh waktu satu sampai dua tahun," ujarnya.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif