Menristek Bambang Brodjonegroro.
Menristek Bambang Brodjonegroro.

305 Proposal Prioritas Riset Nasional 2020 Siap Dapat Pendanaan

Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 Juli 2020 15:35
Jakarta: Sebanyak 305 proposal Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020 Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) siap mendapatkan pendanaan. Total dana yang disediakan sebesar Rp243 miliar.
 
Dana PRN tahun 2020 bersumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan secara resmi dilakukan serah terima kepada Kemenristek/BRIN hari ini Jumat, 17 Juli 2020. 
 
Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodojonegoro menyampaikan, bahwa awalnya PRN di tahun perdana ini akan dibiayai dari anggaran Kemenrsitek/BRIN. Namun, adanya pemotongan anggaran untuk dialihkan untuk penangan covid-19 membuat hal tersebut tidak bisa dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami berterima kasih bahwa LPDP telah memberikan solusi alternatif dan hari ini sudah bisa dieksekusi. Solusi alternatifnya tentunya berasal dari kelolaan dana abadi penelitian, untuk tahun 2019 dana abadi Rp990 Miliar.  Kemudian di tahun 2020 ini udah dianggarkan Rp5 triliun,” kata Bambang dalam konfersi pers daring, Jumat, 17 Juli 2020.
 
Lembaga yang mengajukan proposal dan mendapatkan pendanaan ini sendiri antar lain dari Lembaga Penelitian Non Kementerian dengan 153 proposal, kemudian Perguruan Tinggi Negeri 68 proposal, Perguruan Tinggi Swasta delapan proposal, Lembaga Penelitian 62 proposal, industri/BUMN lima propsal. Lalu dari organiasi Kemasyarakatan sembilan proposal.
 
Baca juga:  Empat Hal yang Harus Diperhatikan Peneliti Prioritas Riset Nasional
 
Direktur Utama LPDP, Rionald Silaban saat ini sudah menyalurkan dana untuk 21 proyek penelitian, dengan total Rp14,3 miliar.  “Sebagai pencairan dana tahap pertama untuk 21 proyek PRN. Bagi Bapak Ibu periset yang belum mengajukan permohonan riset tahap pertama dipersilahkan untuk segera mengajukannya melalui Kemenristek, agar aktivitas riset yang direncanakan dapat segera dilaksanakan,” terangnya.
 
Bambang pun beharap meski dari segi pendanaan masih kecil di tahun pertama PRN ini, peneliti maupun perekayasa dapat mengerjakan secara optimal. Sehingga nantinya bia mencapi target pada 2024 ada 49 produk yang dihasilkan dari PRN ini.
 
“Ada 49 output atau produk yang kita targetkan dan ada 12 di antaranya yang barangkali urgen karena memang harus bisa menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat hari ini maupun lima tahun ke depan,” tegasnya.
 
PRN 2020-2024 yang merupakan bagian dari Rencana Induk Riset Nasional 2018-20245 ini terdapat sembilan fokus riset, yakni pangan, energi, kesehatan obat, tranportasi, produk rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora, seni budaya, dan bidang riset multidiplispin dan lintas sektor lainnya.
 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif