Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Belasan Dosen Unsoed Kembalikan Dana Publikasi Penelitian

Pendidikan Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Antara • 08 Oktober 2020 15:03
Purwokerto: Belasan dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengembalikan dana publikasi penelitian. Pengembalian anggaran tersebut diberikan kepada kepada kejaksaan negeri.
 
"Itu anggaran penelitian yang untuk publikasi. Jadi, mereka penelitian tetapi belum publikasi atau tidak melakukan publikasi, itu uangnya harus dikembalikan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto Sunarwan di Purwokerto, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Menurut dia, besaran anggaran publikasi setiap dosen yang melakukan penelitian tersebut bervariasi dan secara keseluruhan mencapai kisaran Rp265 juta. Ia mengatakan dana tersebut harus dikembalikan karena waktu penelitiannya sudah selesai, namun belum atau tidak bisa melakukan publikasi karena adanya berbagai kendala.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini masuknya wilayah hukum perdata. Jadi mereka sudah melakukan penelitian tetapi tidak dipublikasikan sehingga harus mengembalikan," ujarnya.
 
Baca:Mahasiswa IPB Rancang Konsep Wisata Berkelanjutan di Candi Borobudur
 
Menurut dia, penagihan dana publikasi tersebut dilakukan oleh Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Purwokerto untuk dikembalikan ke Kas Unsoed.
 
Wakil Rektor Unsoed Bidang Umum dan Keuangan Hibnu Nugroho mengatakan, penelitian merupakan sebuah perjanjian untuk melakukan suatu kegiatan seperti seminar internasional, hak kekayaan intelektual, dan jurnal. Bagi yang belum melakukan kegiatan namun waktu sudah selesai, sesuai perjanjian harus dikembalikan.
 
"Karena itu dana Unsoed, ya kembalikan ke PNBP Unsoed, kembalikan ke negara," kata Hibnu.

Unsoed merupakan badan layanan umum (BLU). Makanya, dana yang ada di Kas Unsoed terdiri atas dana APBN dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dalam hal ini, kata dia, dana untuk riset atau penelitian merupakan dana PNBP sehingga jika janji dalam kegiatan tersebut belum dilakukan, berarti harus dikembalikan.
 
"Janjinya adalah publikasi yang ternyata belum dilakukan, ya harus dikembalikan ke rekening Unsoed. Jumlah dosen yang harus mengembalikan dana publikasi penelitian tidak banyak, sekitar 12 orang," ujar Hibnu.
 
Hibnu mengatakan penelitian yang dilakukan para dosen tersebut merupakan riset pada 2013, 2014, 2015, dan kerja sama internasional.
 
Baca:UB Kembangkan Tes Swab Antigen, Hasil Keluar Dalam 20 Menit
 
"Namanya luaran ini yang harus dipahami. Luaran publikasi tidak semudah membalikkan tangan, kan (butuh) proses, 'reviewer', terus 'reviewer'-nya juga lama sekali, submit nya juga lama, nah ini yang kadang-kadang tidak pas tapi karena sesuatu sudah dijanjikan, ya mau tidak mau kemarin teman-teman mengembalikan," jelas Hibnu.
 
Ia mengakui pengembalian tersebut dilakukan karena ada yang melapor ke kejaksaan sehingga pihaknya menyelesaikan secara administrasi lebih dulu. Menurut dia, ini lantaran permasalahan tersebut merupakan perjanjian antara pihak peneliti dan pihak Unsoed.
 
Ketika janjinya belum dilakukan, ujar dia, dana harus dikembalikan karena waktu sudah habis. Kendati, riset mungkin masih panjang lagi turunnya sampai jurnal internasional, apalagi yang terakreditasi bisa sampai tiga tahun baru keluar. Sedangkan waktunya hanya dua tahun.
 
"Ini yang dilematis. Jadi, kalau orang yang jarang penelitian, ya seperti itu tapi bagi yang sudah biasa penelitian, ya saya kira itu kondisi wajar," ujar Hibnu.
 
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif