Swab Test Antigen yang tengah dikembangkan UB dan PT Oikos Perkasa. Foto: Dok. UB
Swab Test Antigen yang tengah dikembangkan UB dan PT Oikos Perkasa. Foto: Dok. UB

UB Kembangkan Tes Swab Antigen, Hasil Keluar Dalam 20 Menit

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Citra Larasati • 07 Oktober 2020 11:04
Jakarta: Badan Usaha Kesehatan (BUKes) Universitas Brawijaya (UB) melakukan uji sample Covid-19 melalui Swab Test Antigen untuk mengetahui tingkat efektivitas dari antige. Inovasi ini digadang-gadang dapat menggantikan rapid test yang selama ini ada.
 
“SWAB Test Antigen ini sudah tidak memerlukan uji lab seperti PCR (polymerase chain reaction) test untuk meminimalisir keterbatasan laboratorium di Indonesia yang hanya berjumlah 261 laboratorium. Swab Test Antigen berguna untuk daerah yang tidak memiliki lab,” kata Direktur PT Oikos Perkasa, Putut Satryanto sebagai perusahaan penyedia antigen, dalam keterangannya, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Dia menambahkan, penggunaan tes antigen lebih mudah dari test Polymerase Chain Reaction (PCR) dan lebih cepat mengetahui hasil, hanya dalam waktu sekitar 15-20 menit. "Penggunaannya juga mudah, yaitu hanya dengan memasukkan ke nasofaring dan orofaring lalu diteteskan ekstraksi reaktif dan hasil dapat diketahui sekitar 15-20 menit," kata Putut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, untuk membuktikan keakuratan SWAB Test antigen, Senin, 5 Oktober kemarin dilakukan uji sample SWAB Test Antigen kepada 30 orang, 15 persen dari kalangan umum dan sisanya merupakan sivitas akademika UB.
 
Sementara itu, Direktur Poliklnik UB, Fida Rahmayanti menyampaikan, bahwa sensitivitas Antigen terhadap Virus COVID-19 ini diprediksi mencapai 90-94 persen. Apabila hasil tes positif maka kemungkinan besar pasien terkena virus covid-19.
 
Baca juga:Nobel Fisika 2020 Diberikan Kepada Para Penemu 'Black Hole'
 
Namun, bila hasil tes negatif, maka perlu dilakukan uji tes lebih lanjut. Fida juga mengingatkan, standar tertinggi atau gold standart pendeteksi covid-19 tetap menggunakan PCR.
 
Sebelumnya, SWAB Test Antigen telah diujikan di Universitas Indonesia (UI), lalu pengujian kedua dilakukukan di UB. “Yang paling penting adalah harga, pemerintah menetapkan tarif biaya (maksimal) Rp900 ribu untuk tes swab, sedangkan PT Oikos Perkasa hanya menarif 30-40 persen dari harga yang ditetapkan pemerintah,” tambah Putut.
 
Sehingga masyarakat dapat melakukan uji Test Swab Antigen dengan harga terjangkau. Putut menambahkan, Korea Selatan telah melakukan Swab Test Antigen pada April 2020 lalu.
 
Kemudianpada 17 September WHO telah menyetujui untuk memperluas penggunaan Swab Test Antigen tersebut. Harapannya dengan adanya Kerja sama antara PT Oikos Perkasa dengan Poliklinik UB dalam mengembangkan Swab Test Antigen mampu menjadikan UB sebagai perguruan tinggi pelopor penanganan covid-19 di kota Malang
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif