Perlintasan Kereta Api. Foto: Dok KAI Properti.
Perlintasan Kereta Api. Foto: Dok KAI Properti.

Manfaatkan Limbah Nikel, BRIN Ciptakan Pelapis Rel Kereta Tahan Licin

Renatha Swasty • 29 September 2026 09:43
Ringkasnya gini..
  • BRIN menciptakan inovasi Rubber Crossing Plate (RCP) dari karet alam dan limbah nikel untuk perlintasan rel kereta.
  • Bantalan pelapis ini membuat jalan di area rel lebih rata, tidak licin, tahan lama, serta mencegah risiko tergelincir.
  • BRIN menegaskan teknologi RCP telah matang dan siap diproduksi massal melalui sinergi industri dan kebijakan pemerintah.
Jakarta: Indonesia kembali menghadirkan inovasi baru untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, khususnya di area rel kereta api. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil memanfaatkan bahan-bahan alami dan limbah industri menjadi produk berteknologi tinggi yang sangat berguna bagi masyarakat.

Keselamatan di perlintasan kereta api sering kali menjadi kekhawatiran banyak pengendara. Oleh karena itu, BRIN memimpin pembuatan inovasi khusus untuk menjaga keamanan pengguna jalan.

Dalam riset ini, BRIN membuat bantalan pelindung khusus yang dipasang di area perlintasan kereta api. Langkah ini sejalan dengan upaya PT KAI yang terus meningkatkan standar keselamatan di jalur rel yang memotong jalan umum.

Inovasi tersebut dinamai Rubber Crossing Plate (RCP), yaitu bantalan pelapis rel yang terbuat dari bahan karet alam. Bantalan ini dipasang di antara rel dan permukaan jalan agar jalan menjadi lebih rata, tidak licin, dan membuat kendaraan lebih stabil saat melintas.

Area perlintasan sebidang memang rawan menimbulkan bahaya, terutama saat hujan atau ketika kondisi jalan licin. Dengan adanya bantalan karet ini, risiko kendaraan tergelincir atau mogok di atas rel bisa dikurangi secara signifikan.

Mengapa Menggunakan Karet Alam dan Limbah Nikel?

Mengutip akun Instagram @brin_indonesia, karet alam dipilih karena sangat cocok dengan cuaca Indonesia yang panas dan sering hujan. Karet memiliki sifat lentur yang tahan lama, sekaligus memanfaatkan hasil bumi Indonesia yang merupakan salah satu penghasil karet alam terbesar di dunia.

Selain karet alam, BRIN juga mencampurkan nickel sludge atau sisa limbah pengolahan nikel sebagai bahan penguat. Campuran ini membuat bantalan karet menjadi sangat kuat, tidak mudah aus, tahan karat, serta ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah.

Manfaat Utama Bantalan Karet BRIN

Inovasi bantalan rel dari BRIN ini dibuat untuk memberikan beberapa manfaat nyata bagi para pengguna jalan:

1. Meningkatkan Keselamatan

Membuat permukaan jalan di atas rel menjadi rata dan tidak licin sehingga kendaraan bisa melintas dengan aman.

2. Tahan Lama dan Kuat

Didesain agar tidak cepat rusak meskipun sering dilintasi kendaraan berat dan terkena cuaca ekstrem.

3. Memanfaatkan Bahan Lokal

Menggunakan karet alam dalam negeri serta mendaur ulang limbah nikel industri.

Pentingnya Dukungan Pemerintah dan Industri

Inovasi Rubber Crossing Plate ini diharapkan dapat segera diproduksi dan dipasang di berbagai rel kereta api di seluruh Indonesia. BRIN menegaskan secara teknis riset ini sudah matang dan siap diterapkan.

“Secara teknologi kita sudah menguasai. Kini kita butuh sinergi industri dan kebijakan pemerintah untuk menerapkan teknologi ini demi standar keselamatan nasional yang lebih baik,” kata Periset Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat.

Dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan pihak industri, bantalan karet ini diharapkan bisa segera dipasang di berbagai daerah demi menjaga keselamatan masyarakat. (Talitha Islamey)

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan