Menurut Tito, kejujuran harus dijaga sejak tahap awal penerimaan calon pamong praja di lingkungan pemerintah. Dengan begitu, tercipta lingkungan kompetisi yang sehat bagi calon peserta dari berbagai daerah.
Sikap tegas ini menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola sumber daya manusia di instansi pemerintahan. Pemerintah berkomitmen menghapus stigma nepotisme yang selama ini kerap membayangi proses seleksi masuk instansi negeri.
Melalui sistem rekrutmen yang bersih, calon pemimpin masa depan diharapkan terpilih murni berdasarkan kapasitas dan prestasi. Hal ini krusial untuk membentuk aparatur sipil negara yang profesional dan berdedikasi tinggi.
Rekrutmen Bersih, Kunci Keberhasilan Organisasi
Tito menyatakan secara terbuka bahwa dirinya sangat menentang segala bentuk transaksi keuangan dalam proses penerimaan peserta didik baru di sekolah kedinasan. Menurutnya, kualitas rekrutmen memegang peran vital terhadap kinerja dan masa depan suatu lembaga pemerintah.“Saya itu, saya sangat keras kalau soal satu bayar-membayar,” ujar Tito dalam unggahan akun Instagram @kemendagri dikutip Minggu, 26 Juli 2026.
Ia menyebutkan bahwa sistem seleksi yang berintegritas merupakan fondasi utama keberhasilan sebuah instansi. “Rekrutmen yang benar menyumbang 60 persen keberhasilan organisasi,” ungkap Tito
Fokus Pembenahan di IPDN dan Sanksi Tegas
Tito memberikan perhatian khusus pada proses penerimaan praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), memastikan tidak ada lagi pungutan liar maupun pembayaran tidak resmi untuk meloloskan calon peserta. Ia juga memperingatkan seluruh jajaran maupun pihak luar agar tidak nekat melanggar aturan.“Maka saya juga berusaha keras untuk IPDN, enggak ada bayar-membayar,” kata Tito.
Ia menegaskan akan menjatuhkan sanksi berat jika ditemukan indikasi kecurangan atau transaksi dalam seleksi IPDN. “Kalau ada, pasti saya tindak tegas,” pungkas Tito.
Langkah tegas ini diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses seleksi sekolah kedinasan di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tidak percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, serta segera melaporkan setiap indikasi kecurangan yang ditemukan di lapangan. (Talitha Islamey)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda