Potensi kenaikan air laut ini dipicu adanya kombinasi fenomena astronomi penting yang terjadi secara bersamaan. Fenomena Bulan Perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi dan Bulan Baru pada 14 Juli 2026 diprediksi akan meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, rob berisiko menggenangi area daratan rendah di sekitar pantai. BMKG meminta masyarakat pesisir segera melakukan langkah mitigasi untuk menghindari kerugian materil.
Banjir rob kali ini diprediksi akan berdampak cukup signifikan pada kelancaran roda perekonomian masyarakat setempat. Beberapa aktivitas seperti proses bongkar muat di pelabuhan serta kegiatan perikanan darat dan tambak garam terancam mengalami gangguan teknis.
Untuk mengantisipasi dampak buruk dari fenomena ini, masyarakat perlu memahami lebih dalam mengenai banjir rob tersebut. Lantas, apa sebenarnya banjir rob tersebut? Yuk simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Banjir Rob?
Mengutip laman kms.bmkg.go.id, banjir rob adalah peristiwa masuknya air laut ke daratan yang dipicu oleh kenaikan permukaan laut, terutama saat fase pasang maksimum. Fenomena ini dapat diperparah oleh berbagai faktor mulai dari kondisi pasang astronomis, badai, hingga dampak jangka panjang perubahan iklim.Berbeda dengan banjir konvensional yang bersumber dari curah hujan tinggi atau luapan sungai, rob murni berasal dari massa air laut. Pola kejadiannya biasa bersifat berkala atau musiman, namun belakangan ini risikonya kian meningkat dan bahkan berpotensi menjadi permanen di beberapa kota pesisir yang rentan seperti Jakarta Utara, Semarang, Pekalongan, dan wilayah Tanjung Emas.
Penyebab Fenomena Banjir Rob
BMKG menjelaskan bahwa peningkatan tinggi pasang air laut maksimum pada periode ini disebabkan secara utama oleh:- Fenomena Bulan Perigee yaitu kondisi ketika posisi bulan berada pada titik terdekatnya dengan bumi
- Fenomena Bulan Baru (New Moon) yang terjadi pada 14 Juli 2026 yang secara gravitasi memperkuat daya tarik terhadap massa air laut
Daftar Wilayah dan Jadwal Potensi Banjir Rob
Mengutip unggahan akun Instagram @infobmkg, berikut rincian wilayah pesisir di Indonesia yang berpotensi terdampak beserta perkiraan waktu kejadiannya:1. Wilayah Pulau Sumatera
- Pesisir Aceh di Pesisir Lhokseumawe: 9-17 Juli 2026
- Pesisir Sumatera Utara meliputi Pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan): 12-18 Juli 2026
- Pesisir Kepulauan Riau: Pesisir Batam: 13-20 Juli 2026; Pesisir Karimun: 12-19 Juli 2026
- Pesisir Sumatera Barat meliputi Pesisir Kota Padang, Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Agam, Kab. Pasaman Barat, serta Kep. Mentawai seperti Pulau Pagai, Siberut, dan Sipora: 14-17 Juli 2026
- Pesisir Jambi meliputi Pesisir Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur: 9-19 Juli 2026
- Pesisir Kep. Bangka Belitung: 12-17 Juli 2026
2. Wilayah Pulau Jawa dan Bali
Pesisir Banten
- Perairan Utara Serang meliputi Kec. Kasemen, Kec. Pontang, Kec. Tirtayasa: 11-15 Juli 2026
- Selat Sunda Barat Pandeglang di Kec. Labuan: 16 Juli 2026
- Pesisir Selatan Pandeglang meliputi Kec. Cikeusik dan Perairan Selatan Lebak Kec. Bayah: 12-17 Juli 2026
- Pesisir Jakarta meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, Muara Angke, Penjaringan, Kalibaru Jakarta Utara: 9-16 Juli 2026
Pesisir Jawa Barat
- Pesisir Kab. Bekasi dan Kab. Karawang: 9-16 Juli 2026
- Pesisir Kab. Sukabumi, Kab. Garut, Kab. Cianjur, Kab. Tasikmalaya, Kab. Pangandaran: 14-18 Juli 2026
Pesisir Jawa Tengah
- Pesisir Kota Semarang, Kab. Demak, Kab. dan Kota Pekalongan, Kab. Batang, Kab. Kendal, Kab. Jepara: 11-21 Juli 2026
- Pesisir Kab. Brebes, Kota Tegal, Kab. Tegal, Kab. Pemalang: 13-18 Juli 2026
Pesisir Jawa Timur
- Pesisir Timur Surabaya meliputi Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo: 13-16 Juli 2026
- Pesisir Pelabuhan Surabaya: 11-17 Juli 2026
- Pesisir Bali bagian Selatan meliputi Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, Jembrana): 12-19 Juli 2026
3. Wilayah Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku
- Pesisir Nusa Tenggara Barat meliputi Pesisir Lembar dan Bima: 10-18 Juli 2026
- Pesisir Kalimantan Utara meliputi Perairan Tarakan: 15-19 Juli 2026
- Pesisir Kalimantan Barat meliputi sebagian kecil bantaran sungai Kapuas: 13-18 Juli 2026
- Pesisir Kalimantan Tengah meliputi Pesisir Kumai, Pantai Lunci, Kuala Jelai, Kuala Pemuang, Sampit, dan Kapuas Pesisir: 14-20 Juli 2026
Pesisir Sulawesi Utara
- Pesisir Kep. Sangihe: 13-18 Juli 2026
- Pesisir Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Manado Tua, Manado: 14-18 Juli 2026
- Pesisir Kep. Sitaro, Bitung dan Kema, Minahasa Utara, Kep. Talaud: 14-17 Juli 2026
- Pesisir Minahasa Tenggara: 14-16 Juli 2026
Pesisir Maluku
- Pesisir Ambon dan Pesisir Kumai: 8-20 Juli 2026
- Pesisir Maluku Tengah dan Pesisir Seram Bagian Timur: 8-22 Juli 2026
- Pesisir Kep. Kai: 12-17 Juli 2026
- Pesisir Kep. Aru: 8-21 Juli 2026
- Pesisir Kep. Tanimbar: 13-18 Juli 2026
Dampak Banjir Rob
Secara umum, genangan banjir pesisir ini diprediksi akan mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir pantai. Dampak nyata yang perlu diantisipasi meliputi:- Terganggunya aktivitas bongkar muat logistik di pelabuhan
- Genangan air di area pemukiman padat penduduk sekitar pesisir
- Ancaman kerusakan pada tambak perikanan darat dan penurunan produktivitas lahan tambak garam
Sobat Medcom, itulah daftar wilayah yang berpotensi terkena banjir rob. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda