Lalu kapan guru bisa memulai pelatihan? Berikut penjelasan Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani.
"Pelaksanaan pelatihan akan berlangsung mulai Juli hingga November 2026 melalui kelompok kerja guru, platform pelatihan mandiri RGTK, serta berbagai model pembelajaran lain yang memanfaatkan Rumah Pendidikan," kata Nunuk di Jakarta, Kamis 9 Juli 2026.
Pelatihan ini juga diperkuat melalui metode Teacher Experiential Training (TET). Metode ini menjadikan sekolah sebagai laboratorium pembelajaran sehingga guru dapat langsung mempraktikkan strategi pembelajaran di kelas.
| Baca juga:
|
Program ini akan didukung 692 fasilitator nasional yang disiapkan pada 2026. Ditambah sekitar 14.900 fasilitator yang telah dipersiapkan pada tahun sebelumnya.
"Kami terus melakukan inovasi agar pelatihan tetap mampu mencapai target besar meskipun di tengah berbagai keterbatasan," ujar Nunuk.
Kemendikdasmen memproyeksikan dampak pelatihan mulai terlihat pada Desember 2026 hingga Juni 2027. Pada periode tersebut, pemerintah menargetkan 80 persen satuan pendidikan dan guru telah memahami konsep pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial.
Adapun implementasi secara penuh ditargetkan berlangsung pada 2028. Pada tahun 2028 diharapkan kesiapan guru untuk menjalankan deep learning hingga AI ada di lebih dari 550 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Program pelatihan mandiri ini menjadi bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kompetensi guru. Program ini diharapkan mampu mendorong pemerataan mutu pendidikan di Indonesia melalui peningkatan kualitas guru.
"Program pelatihan ini memang menjadi pilihan yang kita sebut sebagai exit strategy. Idealnya pelatihan dilakukan secara tatap muka, tetapi berbagai keterbatasan membuat teknologi menjadi sarana untuk mendukung keberhasilan program ini," ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat peluncuran pelatihan mandiri pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial di Jakarta Kamis, 9 Juli 2026.
Meski begitu, Ia menegaskan pelatihan daring bukan sekadar solusi sementara, melainkan bagian dari strategi yang juga diterapkan di berbagai negara. Pendalaman materi nantinya tetap dilakukan melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), hingga Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
"Guru yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat menjadi agen penyebaran pengetahuan kepada guru lainnya," jelasnya.
| Baca juga: Dialog di Samarinda, Wamendikdasmen Tegaskan Perlindungan Guru Honorer dan Sekolah Inklusif |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda