“Sampai hari ketiga ini kami belum menemukan potensi kecurangan,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Ifan Iskandar di UNJ, Kamis 23 April 2026.
Pengawasan dilakukan sejak peserta datang ke lokasi. Bahkan, sebagian peserta sudah hadir sejak pagi.
“Peserta yang datang pukul 5 pagi sudah kami fasilitasi dan diawasi,” ujarnya.
Sebelum masuk ruang ujian, peserta menjalani pemeriksaan. Ini untuk memastikan tidak ada alat terlarang.
| Baca juga: Duh, Ada Kecurangan di UTBK Hari Pertama! Pelaku Siap-Siap Terima Sanksi Ini |
“Mereka diperiksa menggunakan metal detector,” ucapnya.
Langkah ini diambil berdasarkan pengalaman sebelumnya. Di mana ditemukan berbagai modus kecurangan.
“Perangkat elektronik pernah ditemukan ditempel di tubuh,” jelasnya.
Selain itu, sistem IT juga diperkuat, untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. “Jika ada software asing, langsung terdeteksi,” katanya.
| Baca juga: 15.789 Peserta Ikut UTBK-SNBT 2026 di UGM, Panitia Siapkan Sistem Berlapis Cegah Kecurangan |
UNJ juga bekerja sama dengan panitia nasional. Pengawasan dilakukan secara terintegrasi. “Kami mengikuti standar nasional dalam pengawasan,” ujarnya.
Jumlah peserta UTBK di UNJ mencapai puluhan ribu. Ini menjadi tantangan tersendiri. “Ada sekitar 35.000 peserta yang ujian di UNJ,” tuturnya.
Meski besar, pelaksanaan tetap berjalan lancar. Pengawasan dinilai efektif. “Kami optimistis bisa menjaga integritas ujian,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News