UTBK SNBT 2026 di UGM. DOK UGM
UTBK SNBT 2026 di UGM. DOK UGM

15.789 Peserta Ikut UTBK-SNBT 2026 di UGM, Panitia Siapkan Sistem Berlapis Cegah Kecurangan

Renatha Swasty • 21 April 2026 13:36
Ringkasnya gini..
  • UGM telah melaksanakan pembekalan bagi seluruh petugas UTBK pada 16 April 2026.
  • Kegiatan ini mencakup strategi pengawasan serta pencegahan kecurangan selama ujian berlangsung.
  • Panitia juga telah mengidentifikasi berbagai pola kecurangan, termasuk yang memanfaatkan perangkat keras maupun perangkat lunak.
Jakarta: Sebanyak 15.789 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 21-27 APril 2026. Lokasi ujian tersebar di 14 titik di berbagai fakultas dan unit. 
 
Berbagai langkah antisipatif dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan teknis. Sehingga, seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan lancar dan nyaman.
 
Panitia menyiapkan infrastruktur teknologi informasi (TI) secara menyeluruh mencakup memastikan kesiapan jaringan internet, perangkat komputer, sistem server, hingga mekanisme pengawasan selama ujian berlangsung untuk mencegah terjadinya tindak kecurangan. Selama pelaksanaan ujian menuntut stabilitas sistem dan konektivitas tinggi di seluruh lokasi ujian. 

Jalur ganda jaringan internet

Direktur Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UGM, Ridi Ferdiana, menyampaikan UGM menggunakan dua penyedia layanan internet, yakni Telkom dan Indosat untuk menjaga keandalan koneksi selama ujian. Skema dual ISP ini memungkinkan koneksi tetap tersedia meskipun salah satu jaringan mengalami gangguan. 

Pengecekan rutin terhadap perangkat jaringan seperti access point dan firewall juga terus dilakukan untuk menjaga keamanan sistem. Infrastruktur ini dirancang agar seluruh titik lokasi ujian memperoleh konektivitas yang stabil. 
 
“Kami menyiapkan jalur cadangan sehingga layanan tetap berjalan tanpa mengganggu peserta saat ujian berlangsung,” beber Ridi dikutip dari laman ugm.ac.id, Selasa, 21 April 2026.
 
Dia menjelaskan konektivitas antar lokasi diperkuat melalui jaringan fiber optik dengan jalur ganda yang menghubungkan pusat data dengan seluruh lokasi ujian. Setiap fakultas dan unit telah dilengkapi koneksi berkapasitas besar untuk mendukung lalu lintas data selama ujian. 
 
Kecepatan jaringan yang tersedia berkisar antara 1 hingga 10 Gbps. Infrastruktur ini memastikan akses jaringan tetap lancar pada 14 titik lokasi ujian yang digunakan. 
 
“Dengan jalur ganda ini, distribusi jaringan bisa tetap stabil meski terjadi gangguan di salah satu sisi,” jelas dia. 

UGM tambah komputer untuk UTBK SNBT 2026

Pada pelaksanaan UTBK 2026, total ruang ujian yang digunakan mencapai 44 ruang dengan dukungan 1.452 unit komputer. Jumlah perangkat tersebut meningkat sebanyak 80 unit dibandingkan dengan pelaksanaan UTBK 2025 yang berjumlah 1.372 unit. 
 
Ridi memastikan seluruh komputer telah disiapkan dari sisi sistem operasi dan perangkat lunak sesuai standar nasional. “Penambahan ini kami lakukan agar kapasitas tetap memadai seiring meningkatnya kebutuhan pelaksanaan tahun ini,” ujar dia. 
 
Dari sisi sistem, UGM mengoperasikan empat unit server untuk mendukung pelaksanaan ujian. Seluruh server telah melalui tahapan uji beban dan uji coba nasional pada 1 dan 2 April 2026 silam. 
 
Sistem monitoring juga disiapkan untuk memantau performa server selama ujian berlangsung. Selain itu, sistem dilengkapi mekanisme failover sehingga layanan tetap berjalan jika terjadi gangguan pada salah satu server. 
 
“Kalau ada kendala di satu server, sistem langsung dialihkan ke server lain agar peserta tetap bisa melanjutkan ujian,” tutur Ridi.
  UGM mengikuti rangkaian uji coba nasional serta alur pelaksanaan yang ditetapkan panitia pusat untuk menjaga stabilitas sistem UTBK. Pengujian dilakukan dalam beberapa iterasi guna memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal. 
 
Panitia juga menyiapkan unit komputer cadangan untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran ujian berbasis komputer. 
 
“Kami memastikan setiap perangkat benar-benar siap digunakan, termasuk menyiapkan cadangan jika sewaktu-waktu diperlukan,” ujar Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa Perangkat Lunak ini.
 
UGM juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait mengantisipasi gangguan eksternal. Pihak kampus telah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama pelaksanaan UTBK. 
 
Selain itu, komunikasi dengan penyedia layanan internet juga dilakukan untuk menjaga kualitas koneksi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko yang telah disiapkan sebelumnya. 
“Koordinasi ini penting agar seluruh layanan pendukung tetap berjalan tanpa kendala selama ujian berlangsung,” jelas dia.

Pencegahan kecurangan UTBK SNBT 2026

Dari aspek pengawasan, UGM telah melaksanakan pembekalan bagi seluruh petugas UTBK pada 16 April 2026. Kegiatan ini mencakup strategi pengawasan serta pencegahan kecurangan selama ujian berlangsung. 
 
Panitia juga telah mengidentifikasi berbagai pola kecurangan, termasuk yang memanfaatkan perangkat keras maupun perangkat lunak. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh dengan tetap mengacu pada prosedur yang berlaku. 
 
“Kami membekali petugas agar sigap mengenali potensi kecurangan dan bisa merespons dengan tepat di lapangan,” kata Ridi.
 
Tahun ini, sistem UTBK menggunakan sistem operasi khusus berbasis Linux yang dijalankan melalui media USB. Sistem ini dirancang dalam lingkungan yang terkontrol dengan aplikasi yang terintegrasi langsung dalam sistem operasi. 
 
Tidak terdapat pembaruan otomatis maupun aplikasi latar belakang yang berpotensi mengganggu jalannya ujian. Ridi menekankan sistem ini juga mampu mencegah penggunaan perangkat lunak jarak jauh yang kerap dimanfaatkan untuk kecurangan. 
 
“Lingkungan sistem yang tertutup ini membantu menjaga proses ujian tetap fokus dan aman dari intervensi luar,” ujar dia.
 
Ridi mengatakan mekanisme penentuan lokasi ujian juga mengalami penyesuaian pada tahun ini. Peserta tidak lagi memilih langsung pusat UTBK, melainkan hanya memilih lokasi ujian seperti kota. 
Selanjutnya, panitia pusat akan melakukan penentuan pusat UTBK secara acak, termasuk di UGM, UNY, UPN, maupun ISI Yogyakarta. Kebijakan ini diterapkan untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi potensi kecurangan yang terorganisasi. 
 
“Dengan sistem penempatan yang lebih terkontrol, kami ingin memastikan proses seleksi berjalan adil bagi semua peserta,” ujar Ridi. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan