Nantinya mereka akan bergelar sarjana pendidikan. "Gelarnya S.Pd (Sarjana Pendidikan). Itu akomodasi penyuluh mereka kan memberi pelajaran anak kelas 1 sampai 12 itu sebagian S1, harapan kami bisa menampung penyuluh, mengembangkan potensinya," jelas Plt. Direktur Pembinaan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Kemendikbud, Christriyati Ariani, di Jakarta, Jumat, 28 Februari 2020.
Prodi yang akan dibuka di Universitas 17 Agustus Semarang ini terbuka untuk umum yang ingin mempelajari tentang Penghayat kepercayaan. "Kesempatan ada untuk masyarakat tertentu yang tertarik," katanya.
Kekinian, kata dia, Untag Semarang sudah siap 100 persen. Namun untuk izin pembukaan masih terkendala. Untuk itu pihaknya terus memperjuangkan agar bisa memberikan kesempatan untuk pendidik penghayat meningkatkan kapasitasnya.
Selain itu juga, prodi yang diusung sejak 2019 ini bisa menjadi yang pertama di Indonesia. Saat ini terangnya, masih terkendala pada Direktur Kelembagaan ketika Dikti (dirjen pendidikan tinggi) yang masih di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Pihak kampus akan kembali mengurus, usai nomenklatur baru Dikti kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Dosen sudah ada, itu sudah difasilitasi gedung sudah ada kurikulum pembelajaran. Masih proses, belum kita sampaikan ke Dikti, akan berkirim surat," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News