Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono dan Direktur Utama LPDP, Rionald Silaban bersama peraih beasiswa LPDP (11/3). Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono dan Direktur Utama LPDP, Rionald Silaban bersama peraih beasiswa LPDP (11/3). Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Pemerintah Berangkatkan Angkatan ke-160 LPDP

Penerima LPDP Diminta Jauhkan Diri dari 'Copy Paste'

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi Beasiswa LPDP
Muhammad Syahrul Ramadhan • 11 Maret 2020 13:34
Jakarta: Penerima beasiswaLembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) angkatan 160 siap diberangkatkan untuk melanjutkan studi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Angkatan Satasasti Nusantara atau angkatan ke-160 terdiri dari 206 peraih beasiswa.
 
Sebanyak206 peraih beasiswa ini mengambil studi di berbagai program. Mulai dari magister, doktoral sampai Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI).
 
"Angkatan ke-160 Satasati Nusantara. Sebanyak 79 magister dalam negeri, 57 magister luar negeri, 42 doktor dalam negeri, 18 doktor luar negeri, 10 dokter spesialis," sebut Plh. Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Rionald Silaban dalam persipan Perispan Keberangkatan LPDP di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK Agus Sartono mengingatkan agar peraih beasiswa LPDP maksimal dalam belajar. Baik yang studi di dalam maupun luar negeri, serta terus menjaga integritas.
 
"Satu saya minta jaga integritas. Karena hidup akan menjadi meaningless kalau mengorbankan integritas kalian. Integritas jujur kepada diri sendiri. Kalau kita berbohong pada diri sendiri, maka bisa berbohong kepada orang lain. Contoh aib terbesar di dunia akademik cheating. Pastikan jauhkan diri dari copy paste," jelasnya.
 
Selain ia menegaskan agar para penerima beasiswa LPDP fokus pada kuliahnya, juga aktif mengikuti organisasi, namun tentu bukan organisasi radikal.
 
"Saat nanti kalian belajar di luar negeri,please, hindarkan dari mengikuti organisasi-organisasi radikal. Sorry to say, kalau kalian nanti melakukan hal itu. Kalian pulang nanti akan menyulitkan kalian sendiri," tegasnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif