Kalender tersebut merupakan kalender resmi berbasis hisab hakiki kontemporer yang digunakan Muhammadiyah. KHGT dihitung oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan menggunakan parameter astronomis untuk menentukan awal bulan Hijriah.
Lantas, kapan Ramadan dan Idulfitri 2027 versi Muhammadiyah? Melansir dari laman resmi KHGT, berikut jadwalnya:
Penetapan Menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal
Penetapan tanggal tersebut tidak menggunakan perkiraan kalender Masehi semata. Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal yang disusun berdasarkan hisab hakiki kontemporer.Kalender ini dirancang untuk menghasilkan kalender Hijriah yang seragam secara global. Salah satu prinsipnya adalah keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia sehingga hari-hari penting umat Islam, termasuk Ramadan dan Idulfitri, dapat ditentukan berdasarkan satu sistem kalender.
Muhammadiyah juga menjelaskan bahwa dalam KHGT, hisab digunakan untuk menentukan awal bulan berdasarkan perhitungan astronomis. Kriteria yang digunakan mencakup parameter elongasi dan tinggi hilal serta ketentuan waktu tertentu secara global.
Jadwal Ramadan dan Idulfitri 2027 Versi Muhammadiyah
Berikut rangkuman tanggal penting berdasarkan kalender KHGT:- 1 Ramadan 1448 H: 8 Februari 2027
- 17 Ramadan 1448 H/Nuzulul Quran: 24 Februari 2027
- 29 Ramadan 1448 H: 8 Maret 2027
- 1 Syawal 448 H: 9 Maret 2027
Mengapa Tanggal Puasa Selalu Maju Tiap Tahun?
Jadwal puasa Ramadan dalam penanggalan Masehi senantiasa bergeser maju sekitar 10 hingga 11 hari di setiap tahunnya. Pergeseran tanggal ini terjadi akibat adanya perbedaan mendasar pada sistem acuan perhitungan yang digunakan oleh kedua kalender tersebut.Kalender Hijriah berpatokan pada perputaran bulan mengelilingi bumi yang memakan waktu total sekitar 354 atau 355 hari dalam setahun. Sementara itu, kalender Masehi dihitung berdasarkan siklus peredaran bumi mengelilingi matahari yang berdurasi penuh selama 365 hari.
Sobat Medcom, bagi yang ingin mempersiapkan ibadah Ramadan 2027, tanggal tersebut dapat menjadi acuan awal berdasarkan kalender Muhammadiyah. (Adinda Kinanthi)