“Kemasan bukan hanya soal tampilan, tetapi juga kualitas, daya tahan, dan kepercayaan konsumen. Kami ingin mendorong produk unggulan daerah mampu bersaing di pasar nasional hingga global,” ujar Nilam dalam workshop “Teknologi Pengemasan Makanan', di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Palu, Sulawesi Tengah melalui keterangan tertulis, Kamis, 23 April 2026.
Nilam juga menekankan pentingnya kolaborasi antara DPR RI, BRIN, dan perguruan tinggi untuk memperkuat ekosistem inovasi di daerah. Ketua STAH Palu Agus Budi Wirawan mengapresiasi kegiatan itu.
Dia menilai kegiatan memberikan manfaat nyata, khususnya dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di masyarakat. “Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan saat ini dan dapat langsung diterapkan di masyarakat,” kata dia.
Workshop digelar Komisi X DPR RI bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Workshop turut dihadiri Ketua STAH Palu Agus Budi Wirawan, civitas akademika, mahasiswa, serta pelaku usaha.
Workshop berlangsung interaktif dengan pemaparan dari narasumber BRIN mengenai teknologi pengemasan modern, mulai dari teknik menjaga kualitas produk, desain kemasan, hingga standar keamanan pangan. Peserta diharapkan mampu mengembangkan produk pangan lokal yang lebih kompetitif dan bernilai ekonomi tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News