UMKM Indonesia. Foto: Kemenparekraf.
UMKM Indonesia. Foto: Kemenparekraf.

Punya UMKM? Ini 5 Mindset Penting Agar Bisnismu Bisa Naik Level

Arif Wicaksono • 07 April 2026 12:34
Ringkasnya gini..
  • Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi pondasi utama ekonomi Indonesia, dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
  • Namun, sebagian besar pelaku usaha masih berada di level mikro. Tantangannya pun tidak ringan, terutama bagi pelaku UMKM perempuan yang kerap menghadapi keterbatasan akses, mulai dari pembiayaan, pasar, hingga literasi digital.
Jakarta: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi pondasi utama ekonomi Indonesia, dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 
 
Namun, sebagian besar pelaku usaha masih berada di level mikro. Tantangannya pun tidak ringan, terutama bagi pelaku UMKM perempuan yang kerap menghadapi keterbatasan akses, mulai dari pembiayaan, pasar, hingga literasi digital.
 
Baca juga: Modal Nekat dari Rumah, UMKM Perempuan Cuan Ini Andalkan Teknologi AI

 
Meski begitu, tidak sedikit kisah sukses yang muncul dari keterbatasan tersebut.  Sejumlah pelaku UMKM perempuan yang terlibat dalam program pemberdayaan menunjukkan bahwa dengan pola pikir yang tepat, usaha kecil pun bisa berkembang signifikan. 

Dari pengalaman mereka, ada lima mindset penting yang bisa menjadi bekal untuk naik kelas.

1. Adaptif terhadap Perubahan dan Teknologi

Perubahan adalah hal yang tidak bisa dihindari dalam dunia usaha. Di era digital, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama. Teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis.
 
Digitalisasi terbukti mampu mendorong peningkatan omzet secara signifikan. Mulai dari pemanfaatan media sosial, platform e-commerce, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI), semuanya bisa membantu pelaku usaha menjangkau pasar lebih luas dan meningkatkan efisiensi.
 
Banyak pelaku UMKM memulai dari langkah sederhana, seperti merapikan tampilan media sosial, membuat halaman link terpadu untuk memudahkan pelanggan, hingga rutin membuat konten yang relevan.
 
Aisyah Nur Asri, juara SisBerdaya 2025 lewat Mad Quinn Beauty, menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi bisa dimulai dari hal sederhana. “Sebagai usaha kecil, kita harus pintar mencari tools yang mempermudah bisnis. Misalnya sesimpel merapikan medsos, mengatur landing page seperti Linktree supaya mudah diakses calon customer, dan rajin ngonten serta memanfaatkan AI untuk memperkaya ide pemasaran.”

2. Terus Belajar dan Terbuka pada Wawasan Baru

Belajar tidak berhenti setelah usaha berjalan. Justru, di sinilah proses pengembangan dimulai. Mengikuti pelatihan, workshop, atau program pemberdayaan dapat membuka perspektif baru dalam mengelola bisnis.
 
Selain ilmu, pelaku usaha juga bisa mendapatkan akses ke mentor dan komunitas yang membantu melihat peluang secara lebih strategis. Tidak jarang, perubahan cara berpikir ini berdampak langsung pada peningkatan penjualan dan kapasitas produksi.
 
Inne Viryani, misalnya. Setelah mengikuti program SisBerdaya tahun 2023, ia mengaku mendapatkan wawasan bisnis baru yang membantu mengembangkan usahanya. Alhasil, penjualan per bulan bisnis Riasafood miliknya tumbuh hingga 130 persen, dengan produksi per bulan naik hingga 14 persen.


3. Bangun Relasi, Buka Lebih Banyak Peluang


Jejaring menjadi aset penting dalam perjalanan bisnis. Bergabung dengan komunitas, mengikuti bazar, atau berpartisipasi dalam program pelatihan dapat membuka pintu kolaborasi dan pasar yang lebih luas.
 
Dari relasi inilah sering muncul peluang baru, baik dalam bentuk kerja sama, distribusi produk, maupun dukungan moral sesama pelaku usaha.
 
Hal ini dirasakan oleh Eka Shandy Andi Ishak, pemilik diTUTA asal Sulawesi, yang berfokus pada produk kerajinan tangan, sekaligus juara SisBerdaya tahun 2023. Selain tergabung dalam komunitas SisBerdaya, ia kini juga aktif dalam komunitas wirausaha di wilayahnya, seperti Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, yang membuatnya semakin semangat dalam membangun usaha.

4. Fokus pada Dampak, Bukan Sekadar Profit

UMKM tidak hanya soal keuntungan, tetapi juga dampak yang bisa diciptakan. Banyak usaha kecil yang justru tumbuh dengan membawa nilai sosial, budaya, dan lingkungan.
 
Misalnya dengan memberdayakan masyarakat sekitar, membuka lapangan kerja bagi kelompok rentan, atau mengangkat kearifan lokal sebagai identitas produk. Bahkan, praktik ramah lingkungan seperti memanfaatkan limbah produksi juga mulai banyak diterapkan.
 
Pendekatan ini tidak hanya memperkuat brand, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi bisnis.
 
Contohnya Hj. Nurlaela, salah satu juara SisBerdaya 2025. Lewat Cantika Sabbena, ia melahirkan brand kain khas Soppeng yang mempromosikan warisan budaya Bugis melalui motif tradisional yang khas. “Saat ini, 90 persen karyawan saya perempuan karena saya ingin menciptakan ruang untuk sesama wanita bisa bertumbuh. Dalam pembuatan kain pun, Cantika Sabbena memakai limbah kain. Jadi kalau ada niat, kita bisa menggabungkan pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, dan sustainability,” katanya.

5. Konsisten dan Pantang Menyerah

Di balik setiap usaha yang berhasil, selalu ada konsistensi yang dijaga. Banyak pelaku UMKM memulai dari kondisi serba terbatas, namun tetap bertahan dan terus berkembang.
 
Ketekunan dalam menjalankan usaha, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan beradaptasi menjadi faktor yang membedakan usaha yang stagnan dan yang terus bertumbuh.
Pengalaman Rani Mei Lestari adalah salah satu contohnya.
 
Penyandang paraplegia ini mendirikan DISPROMAN Laundry, sebuah layanan cuci kiloan hingga perawatan pakaian berkualitas tinggi. Yang lebih menginspirasi, juara 3 DisBerdaya 2025 ini turut membuka peluang bagi perempuan disabilitas lainnya untuk dilatih, diberdayakan, dan dihargai. Bagi Rani, setiap cucian bukan sekadar pakaian bersih, tapi juga cara mencuci stigma, melipat harapan, dan mengangkat martabat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan