Efa Fauziah, pemilik Mie Aceh 769 Pijay, mengelola usaha kulinernya bersama keluarga dan memanfaatkan fitur GrabMerchant AI Assistant untuk memahami performa bisnis dan mengembangkan usahanya. Foto: Grab
Efa Fauziah, pemilik Mie Aceh 769 Pijay, mengelola usaha kulinernya bersama keluarga dan memanfaatkan fitur GrabMerchant AI Assistant untuk memahami performa bisnis dan mengembangkan usahanya. Foto: Grab

Modal Nekat dari Rumah, UMKM Perempuan Cuan Ini Andalkan Teknologi AI

Annisa ayu artanti • 31 Maret 2026 11:11
Ringkasnya gini..
  • UMKM perempuan kini memanfaatkan AI untuk mengembangkan usaha dari rumah.
  • Teknologi bantu tingkatkan penjualan hingga lebih dari 10 kali lipat.
  • Konsistensi dan digitalisasi jadi kunci bisnis kecil berkembang pesat.
Jakarta: Di tengah tekanan ekonomi yang terus berubah, semakin banyak perempuan mengambil peran penting dalam menopang keuangan keluarga. Salah satu cara yang banyak ditempuh adalah membangun usaha sendiri dari rumah, sambil tetap menjalankan peran sebagai ibu.
 
Kini, kemajuan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM perempuan untuk mengembangkan bisnis. 
 
Tak lagi terbatas pada penjualan offline, mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan mengelola usaha secara lebih efisien melalui platform digital.

Kisah ini tercermin dari perjalanan dua pelaku UMKM perempuan, yakni Efa Fauziah dengan usaha Mie Aceh 769 Pijay dan Rohani Sembiring dengan Risoles Mbak Any. 

Bangkit dari krisis, usaha Mie Aceh tumbuh pesat

Perjalanan Efa Fauziah tidak dimulai dari kondisi yang mudah. Ia sempat terdampak gempa Pidie Jaya di Aceh pada 2016, yang kemudian diikuti kondisi ekonomi yang sulit. Pada 2019, ia bersama keluarga memutuskan merantau ke Bogor demi memulai hidup baru.
 
Berbekal keahlian memasak, Efa mulai merintis usaha Mie Aceh dari sebuah ruko kecil bersama suaminya.
 
“Awalnya kami menjalankan usaha ini hanya berdua saja. Suami memasak dan saya membantu di depan. Semua dikerjakan sendiri tanpa karyawan. Perjalanan usaha kami tidak selalu berjalan mulus. Pada 2020, saya dan keluarga memutuskan pindah ke Jakarta untuk mencari peluang baru. Saat itu, suami kembali memulai dari awal dengan bekerja sebagai juru masak di sebuah warung Aceh di kawasan Pasar Minggu, sebelum akhirnya aktivitas usaha tersebut harus terhenti akibat kebakaran,” cerita Efa dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 31 Maret 2026.
 
Baca juga: Grab Siapkan Dana USD 3,2 Juta untuk Program Sosial GrabForGood 2026 di Asia Tenggara

Meski sempat menghadapi berbagai rintangan, Efa tidak menyerah. Ia kembali merintis usaha dari nol hingga akhirnya bisnisnya berkembang pesat.
 
Sejak bergabung dengan platform digital, penjualannya melonjak drastis. Dari yang awalnya hanya 10-15 porsi per hari, kini meningkat hingga sekitar 150 porsi harian. Bahkan, sekitar 80 persen penjualan berasal dari pesanan online.
 
Saat ini, usaha Mie Aceh 769 Pijay telah memiliki dua cabang dengan menu andalan seperti Mie Aceh Daging Full dan Mie Aceh Extreme.

Peran AI dalam mengembangkan bisnis

Bagi Efa, teknologi bukan hanya alat jualan, tetapi juga menjadi “asisten bisnis” yang membantu mengambil keputusan.
 
“Dengan GrabMerchant AI Assistant rasanya seperti punya teman diskusi dalam menjalankan bisnis. Saya bisa bertanya menu mana yang sebaiknya dipromosikan atau kapan waktu terbaik untuk menjalankan promo,” ujarnya.
 
Melalui fitur berbasis AI tersebut, pelaku usaha bisa membaca tren penjualan, mengetahui menu favorit pelanggan, hingga mendapatkan rekomendasi strategi promosi.
 
Selain memanfaatkan fitur digital di GrabMerchant, Efa juga aktif di Komunitas SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) Grab. Lewat komunitas ini, ia tidak hanya belajar dari sesama merchant, tetapi juga berbagi pengalaman tentang pengelolaan usaha, fitur di aplikasi, hingga cara menangani pelanggan. 
 
Bagi Efa, komunitas tersebut menjadi ruang belajar yang memperkuat keyakinannya bahwa pelaku usaha perempuan bisa tumbuh bersama, saling membantu, dan terus beradaptasi di tengah perubahan.

Dari jualan rumahan, kini punya cabang kedua

Cerita serupa juga datang dari Rohani Sembiring atau yang dikenal sebagai Mbak Any. Ia merintis usaha risoles dari rumah kontrakan di Jakarta saat kondisi ekonomi keluarga sedang sulit, terutama di masa pandemi.
 
Awalnya, ia hanya melayani pesanan kecil melalui sistem pre-order kepada tetangga sekitar. Namun, perlahan usahanya berkembang setelah masuk ke platform digital.
 
“Kadang ada banyak risoles yang tidak habis terjual. Biasanya saya bagikan ke orang sekitar atau ke masjid,” kenangnya.
 
Meski begitu, semangatnya tidak padam. “Hal yang membuat saya tetap bertahan itu anak-anak serta dukungan dari suami,” ujarnya.
 
Kini, setelah sekitar enam tahun, usaha Risoles Mbak Any telah berkembang hingga memiliki cabang kedua dan mempekerjakan karyawan. Bahkan, anaknya juga ikut membantu setelah pulang sekolah.
 
Perkembangan usaha Mbak Any juga terlihat dari peningkatan jumlah pesanan. Pada momen tertentu seperti Ramadan, pesanan bisa meningkat lebih dari dua kali lipat.
 
Saat ini, sekitar 90 persen penjualannya berasal dari pesanan online, sementara sisanya dari pembelian langsung di toko. Ia pun mulai memanfaatkan teknologi AI untuk membantu strategi bisnis.
 
“Sekarang saya seperti punya teman untuk berdiskusi soal bisnis. Kalau penjualan menurun, saya bisa mencari tahu strategi apa yang bisa dilakukan,” kata Mbak Any.

Teknologi jadi kunci UMKM naik kelas

Penggunaan teknologi seperti AI kini menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Melalui fitur seperti GrabMerchant AI Assistant, pelaku usaha dapat memahami data bisnis secara lebih mendalam dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
 
“Teknologi merupakan salah satu kunci untuk membuka potensi tak terbatas bagi UMKM. Kami percaya bahwa dengan merangkul inovasi seperti GrabMerchant AI Assistant, pelaku usaha dapat mengeksplor data dan mengubahnya menjadi strategi nyata, membantu merchant memahami dinamika bisnis dan pengambilan keputusan dengan lebih terukur.” ujar Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head, Grab Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan